Jumat, 28 Februari 2025

Review Novel Hetty Feather, Kisah Anak Panti di Abad Pertengahan

Siapa suka baca buku anak? Nahh salah satu penulis buku anak favoritku adalah Eyang Jacqueline Wilson (beliau sudah seusia nenek ya). Lalu bagaimana dengan buku Hetty Feather yang lagi-lagi ilustrasinya dibuat oleh Nick Sharratt?



Ini diaa data buku Hetty Feather:

Judul               : Hetty Feather

Penulis             : Jacqueline Wilson

Tahun              : 2012

Tebal               : 464 halaman

Penerjemah      : Deci Natalia

Penerbit           : Gramedia

Masa Awal Hidup Hetty

Hetty Feather adalah bayi berambut merah dan bermata biru, dengan tubuh yang mungil sekali. Malang nasibnya, harus ditaruh di Foundling Hospital (panti asuhan) karena sang ibu hamil di luar nikah. Sementara sang ayah tak tau rimbanya.



Setelah dibaptis, Hetty kaget karena dibawa ke desa, bersama Gideon, kembarannya. Meski mereka berbeda orang tua tapi dianggap kembar, dan diasuh oleh keluarga Cotton. Ternyata keluarga itu sudah punya anak kandung bernama Eliza, Rosie, Jem, dll tapi suka merawat bayi dari panti.



Ada 2 kakak asuh Hetty yaitu Martha dan Saul. Hetty sangat shock ketika mereka kembali ke Foundling Hospital. Yaa, perjanjiannya, ketika anak sudah berusia 5 tahun maka harus kembali ke panti untuk disekolahkan, sampai usia 14.

Ke Sirkus Bersama Jem



Jem Cotton sangat dekat dengan Hetty sampai dia ingin menikahi adik asuhnya kelak (mereka berbeda usia 5 tahun). Jem juga berbuat kenakalan demi Hetty. Mereka nekat menyelusup ke dalam tenda sirkus keliling Tanglefield.

Hetty ingin ke sirkus karena dia terpesona dengan Madame Adeline, yang mahir naik kuda dan berambut merah. Gadis polos ini mengira beliau adalah ibunya karena sama-sama berambut merah.

Masuk ke Panti yang Seram

Namun sayang Hetty gagal ikut rombongan sirkus karena mereka sudah pergi keesokan harinya. Dia pun harus menerima nasib, kembali ke panti (Foundling Hospital). Baru masuk saja susternya kejam, membuang bonekanya, menggunting rambutnya dengan kasar, dan menyuruhnya pakai seragam yang jelek.

Hetty merasa tersisihkan karena anak panti menjauhinya. Bahkan Martha yang dulu serumah dengannya pun cuek-bebek. Hanya ada 3 sahabatnya: Polly si anak baru, Harriet sang kakak kelas, dan Ida si pelayan dapur.



Ida sangat baik, bahkan sering memberinya makanan ekstra. Makanan di panti sangat kecil untuk ukuran perut Hetty dan dia sering kelaparan.

Read: Review Cookie, Kisah Gadis Penjual Kukis

Hetty Kabur!

Hetty tidak tahan dengan rutinitas di panti yang membosankan. Dia hanya diajari membaca, menulis, berhitung, bersih-bersih, dan mencuci. Hetty makin nelangsa ketika Harriet lulus sekolah dan Polly keluar, karena dia diadopsi oleh orang kaya.



Akhirnya Hetty nekat kabur saat ada perayaan emas. Ratu Victoria sedang merayakan hari penobatannya dan seluruh anak di Inggris boleh naik mainan gratis di taman ria, plus dapat makanan enak. Ketika Hetty di taman, dia nekat lari, lalu mencari sirkus Tangefield.

Berhasilkah Hetty menemui Madame Adeline? Apakah benar dia ibu Hetty? Baca sendiri aaah.

Ilustrasi yang Indah



Nick Sharratt menyajikan ilustrasi yang indah. Karena Hetty hidup di abad pertengahan maka gambarnya juga disesuaikan.

Belajar Sejarah Melalui Novel Hetty Feather

Nahh selain menikmati cerita, pembaca juga bisa belajar sejarah melalui buku Hetty Feather. Betapa nasib wanita di abad pertengahan agak mengenaskan dan terkekang peraturan. Juga fakta bahwa pada waktu itu, Ratu Victoria juga menjadi penguasa India.

Ciri Khas Jacqueline Wilson

Salah satu ciri khas Jacqueline Wilson adalah kisahnya unik dan tokoh utamanya kuat. Cumaa herannya mengapa beliau sering mengangkat tema single parent? Ya walau kategorinya buku anak tapi kalau di Indonesia lebih cocok dibaca remaja dan dewasa.



Ini trilogi yaa jadi ada lanjutannya. Setelah Hetty Feather ada Sapphire Battersea (kisah Hetty saat jadi pelayan di rumah besar) dan Emerald Star (perjalanan mencari sang ayah). Cerita ini juga sudah dibikin series di TV tapi kisahnya beda dengan di buku. Jadi gimana, teman-teman tertarik juga untuk membaca buku Hetty Feather?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar