Capek…
Itu
yang daku rasakan belakangan ini. Bentar, mau disclaimer dulu. Ini postingan
curhat ya. Biasanya kan daku nulis parenting dan tentang anak, anak, dan anak. Namun
kali ini ubah POV dari sisi ibunya.
Jadi
ibu itu emang pekerjaan yang paling melelahkan, baik ibu rumah tangga, ibu
pekerja, maupun ibu freelancer sepertiku. Sepertinya waktu berjalan dengan
cepat, tau-tahu sudah jam 7 malam. Kudu siapin makan malam, habis itu cuci
piring, buang sampah, bersihin dapur, ajarin anak belajar, bacakan dia buku
cerita, bla bla bla.
Source: Pexels
Umpanya
bisa tidur 7 jam sehari itu sudah bersyukur banget. Apalagi bagi ibu yang masih
punya baby dan batita. Tidur pun susah lelap karena pas malam kudu kasih ASI. Enggak
mengeluh kok, Cuma bilang emang jadi ibu, apalagi busui, emang capek.
Bagaimana Jika Ibu
Kelelahan?
Rasa
lelah itu sangar wajar dan manusiawi. Ibu bukanlah wonderwoman yang wajib untuk
memenuhi berbagai tuntutan: mengurus keluarga, membantu suami cari nafkah,
menjadi anak dan menantu yang baik, dll. Jika memang ada missnya, jika ada
capeknya, ya wajar banget.
Jadi
jangan kaget kalau di sosmed ada ibu yang bikin status sedang kelelahan. Jangan
dibully, bisa jadi emang dia capek banget dan enggak punya teman di dunia nyata
untuk berkeluh kesah. Justru ia harus dibantu, minimal didengarkan sehingga
perasaannya membaik.
Apa sih Penyebab
Kelelahan pada Ibu?
Rasa
lelah pada ibu bisa bertumpuk-tumpuk karena banyak hal. Pertama karena overload
kerjaan di kantor, masih ditambah lagi di rumah gak ada ART.
Kedua
karena lelah secara psikis. Kalau kerjaan lagi ruwet, anak rewel, dan hal-hal
lain yang bikin stress. Rasa lelah di pikiran bisa bikin lelah fisik juga lho. Gak
heran kalau penyakit kurang piknik itu berbahaya banget.
Cara Mengatasi
Kelelahan
Namun
sebaiknya rasa lelah jangan dibiarkan berlarut-larut ya karena tidak baik. Terutama
jika ibu masih punya bayi, balita, atau anak di bawah usia 12 tahun.
Seorang
ibu yang lelah kusebut berbahaya karena pertama: kurang tidur atau lelah
pikiran bisa menyebabkan kurang konsentrasi. Akibatnya masakan keasinan, lupa
tidak mematikan kompor, mengantuk lalu kejatuhan HP di wajah, sering kepleset,
dll.
Kedua,
ibu yang lelah dan stress bisa tidak bahagia dan akhirnya berimbas pada
anak-anak. Mereka diomeli melulu, diingat-ingat terus kesalahannya, dimarahi
sampai dicubit. Aduuuh, kasihan!
Jadi,
kelelahan itu efeknya enggak main-main ya dan harus segera diatasi. Untuk menangani
lelah fisik ya jangan memaksakan diri. Kalau capek masak ya beli aja, atau
pesan ke catering. Kalau capek mencuci ya bawa aja ke laundry. Lebih bagus
kalau di rumah ada ART jadi semuanya bersih, rapi, dan wangi.
Kalau
lelah pikiran gimana? Usahain deh jalan-jalan minimal sebulan sekali. Refreshingnya
gak harus ke luar pulau atau luar negeri. Jika lagi bokek, jalan-jalan aja ke
taman lalu bawa bekal untuk piknik.
Yang
paling penting itu: komunikasikan ke suami kalau sedang lelah. Jadi ketika
ngantuk banget, bisa gentian jaga bayi atau balita, atau untuk sementara
dititipkan pada neneknya. Saat capek ya udah, gentian suami yang sapu teras,
bakar sampah, atau sekalian setrika.
Peluk
erat kepada para ibu yang sering merasa kelelahan. Ingat ya, jangan dipaksa
untuk menjalankan semuanya dengan sempurna. Karena anak-anak hanya butuh ibu
yang bahagia, bukan ibu yang menuntut diri sendiri untuk jadi sempurna tetapi
menangis karena kelelahan fisik dan psikis.