Sutradara : Randa Haines
Tahun :
2006
Pemain
: Matt Perry alm (sebagai Ron
Clark), Melissa de Soussa (sebagai Marissa), Ernie Hudson (sebagai
Principal Turner)
Jika Matt Perry identik dengan peran
komedi maka kali ini dia berakting serius sebagai seorang guru bernama Ron
Clark. Pria muda yang mengagetkan orang tuanya karena pindah ke New York. Padahal
di sekolah sebelumnya, dia sudah diangkat menjadi guru tetap.
Ron kukuh pada pendiriannya dan dia walk the talk karena mengajarkan ke
murid-muridnya untuk berani dalam kehidupan dan meraih mimpi. Oleh karena itu
dia mencari tantangan baru di New York. Namun kenyataan tidak semudah impian….
Kehidupan di Big Apple City
Di NY, Ron masih gagal mendapatkan
pekerjaan sebagai guru. Akhirnya dia mau tak mau bekerja sebagai pelayan di
sebuah restoran. Uniknya, di sana dia dan pekerja lain memakai kostum. Ron mengenakan
baju ala Robin Hood. Sedangkan Marissa pegawai lain yang cantik memakai pakaian
ala Cleopatra.
Ron mulai naksir Marissa tapi sayang
dia sudah punya kekasih. Kemudian dia masih usaha mencari kerja dan akhirnya
dapat: di sebuah SMP yang terkenal akan muridnya yang nakal. Saking bandelnya,
terlalu banyak guru yang menyerah dan resign.
Kepala sekolah Turner sudah
mengingatkan betapa susahnya mengatur kelas yang akan diajar Ron. Tapi guru itu
tidak peduli. Walau belum resmi mengajar, dia sudah datang ke rumah para wali
murid dan berkenalan, sekaligus mencari tahu mengapa para siswa bertindak
sesuka hati di sekolah.
Kepusingan
Ron di Kelas
Benar, para murid memberontak dan
tidak mau mengikuti pelajaran. Tapi Ron tidak mau kalah dan bertindak tegas. Dia
membuat banyak peraturan, di antaranya mereka yang akan makan siang di kantin
harus berbaris dengan tertib. Jika ada yang menyela antrian maka dihentikan dan
tidak boleh mengambil makanan, kecuali sang pelaku meminta maaf.
Ron juga mengecat ulang kelas dengan
warna biru dan mendekornya dengan apik. Namun sayang keesokan harinya, kelas
sudah kacau-balau dan dicoret pylox (vandalism). Dia tidak menyerah dan
merapikan lagi.
Di saat Ron berjuang mengatasi para
murid dengan menyuruh mereka melepeh permen karet, mendekati dengan cara main
lompat tali bareng, dan mengatasi permasalahan satu per satu, ada bisikan untuk
pergi. Marissa mendengarkan curhatannya dan dia berkomentar kalau sekolah
memang menyebalkan.
Ron sangat kaget, apa benar seperti
itu? Apa dia akan kembali ke North Carolina atau bertahan di NY? Nonton yuuk,
hanya 1 jam 36 menit kok!
Anak-Anak
Nakal atau Kurang Perhatian?
Di film The Ron Clark Story
diperlihatkan bahwa anak menjadi nakal di sekolah bukan karena kemauan mereka
sendiri. Namun bisa jadi karena pengaruh dari orang tua atau lingkungan. Ada murid
yang masih berusia 12 tahun tapi pusing karena harus mengurus 3 adiknya, sampai
tidak sempat mengerjakan PR. Penyebabnya karena sang ibu harus bekerja di 2
tempat.
Ada juga murid lain yang suka
membaca tapi ikut-ikutan mengotori toilet karena dia takut tidak punya teman di
sekolah. Dia juga stress karena keluarganya sangat patriarki. Sementara anaknya
kepala sekolah cuek-bebek dan dia sok berkuasa atas gurunya, termasuk Ron.
Film Ron Clark bukan hanya memperlihatkan bahwa pendidikan harus dilakukan dengan hati, dengan pendekatan khusus untuk anak ‘bermasalah’. Namun film ini juga memperlihatkan bahwa anak bisa jadi nakal karena jadi korban parentifikasi orang tuanya, atau karena hal lain.
Read: Review Buku si Badung by Enid Blyton
Jadi jangan cap anak ‘bandel’ atau ‘bodoh’ karena bisa jadi dia hanya victim, dan akhirnya punya masa depan
yang suram.







































