Kamis, 26 Maret 2026

Review Serial Dr. Koto’s Clinic, Perjuangan Dokter di Pulau Kecil

 

 

Siapa nih yang suka nonton drama Jepang? Atau senang nyimak cerita tentang kedokteran? Yuk nonton dokter Koto, serial yang diadaptasi dari komik berjudul sama.

 

Sutradara         : Isamu Nakae

Jumlah Episode: 11

Tahun              : 2006

Tayang di        : Netflix 

 

Dokter Koto baru saja sampai di Pulau Shikina dan dia masih mabuk laut. Di sana jaraknya 6 jam perjalanan dari pulau utama. Keterkejutannya nambah karena klinik tempat dia kerja kecil sekali.

 

                                    Dokter Koto

Dokter Koto tanya ke suster Ayaka mengapa alat-alat kedokteran tidak lengkap? Dia makin kaget karena kebanyakan warga ke klinik hanya untuk kondisi sakit yang tidak parah (misalnya mengobati luka).

 

Pasien - Pasien Dokter Koto

 

 

Si dokter pusing karena kliniknya sepi dan akhirnya dia mendapatkan pasien pertama. Seorang anak kecil bernama Ryuichi. Dia pernah mengeluh ke sang ayah kalau perutnya sakit dan ternyata usus buntu.

 

Tapi sang ayah berkeras untuk membawa si bocil naik kapal ke RS di pulau utama. Padahal kondisi anak sudah parah. Akhirnya dokter Koto bersama suster dan asistennya ngotot ingin menemani di kapal. 

 

                                         Suster Ayaka

Sampai di kapal, dokter Koto makin nekat untuk melakukan operasi, karena kondisi si anak harus segera ditolong. Ayahnya memberi izin meski sambil cemberut. Syukurlah operasi berhasil.

 

Mengapa si ayah tidak mau anaknya dioperasi di klinik? Karena dokter sebelumnya gagal mengobati dan menyebabkan sang istri meninggal dunia. Dia jadi menyalahkan si dokter yang akhirnya kabur.

 

 

Nenek yang Rewel

 

 

Pasien kedua dokter Koto adalah nenek Uchi, seorang bidan lokal. Agak aneh, mengapa bidan malah gak mau diobati di klinik? Mungkin dia semacam dukun bayi gitu yaa.

 

Akhirnya si nenek mau diobati dan dia berkeras tidak mau meninggalkan pulau. Karena sang suami dimakamkan di sana. Nenek akhirnya paham kalau dokter Koto itu baik dan tidak lagi meragukannya.

 

Perjuangan Melawan Patriarki

 

Seorang wanita hamil yang rutin datang ke rumah nenek Uchi sang bidan, diperingatkan sang suami untuk tidak terlalu capek. Dia bertemu dokter Koto lalu sang dokter kaget karena kakinya bengkak. Itu merupakan tanda pre-eklampsia.

 

Pre-eklampsia bahaya karena bisa membahayakan nyawa janin maupun ibu. Benar, ibu hamil itu ngotot merawat mertua dan memasak di sana lalu kemudian pingsan. Dokter Koto memeriksa dan bilang kalau harus dioperasi padahal kandungan baru 7 bulan (prematur).



 

Di sini diperlihatkan bahwa penulis skenario secara lantang melawan Patriarki. Ini ibu hamil lho. Masih saja memikirkan kesehatan orang lain (ibu mertuanya) bahkan memasak untuk bapak mertuanya. Orang hamil, capek, masih disuruh-suruh, tega bener!

 

Kepercayaan dari Warga

 

Pelan -pelan, penduduk pulau mulai mempercayai dokter Koto. Mereka tidak lagi menjulukinya sebagai dokter palsu. Si dokter pun merasa senang karena bisa menolong banyak orang di sana (yang benar-benar masih lugu dan polos).

 

Kesanku Setelah Nonton Serial Dokter Koto

 

Mengapa tidak seperti komiknya? Nahh dulu daku baca komik dr Koto udah lama (lebih dari 15 tahun lalu) dan karakter sang suster jadi beda jauh. Kalau di serial ini susternya lebih judes tapi keliatan kalau diam-diam naksir si dokter.



 

Bagaimanapun, serial Dokter Koto membawa insight baru bagi para penonton. Di mana seorang dokter mau mengabdi di pulau kecil. Dia juga mau mengajari anak kecil sehingga mendapat nilai bagus, sampai si anak juga termotivasi untuk menjadi dokter.

 

Rabu, 25 Maret 2026

Pengalaman Jadi Tukang Cuci Piring Selama Ramadan

 

Jadi tukang cuci piring? Iyaa klean enggak salah baca karena ini yang daku kerjakan selama Ramadan 2026. Bekerja menjadi kang cuci piring di dapur masjid habis maghrib. Bagaimana ceritanya?

Jadii kan daku diundang pengajian RW (sekitar 2 bulan sebelum Ramadan) dan kala itu istri ketua takmir cerita kalau ada buka bersama di bulan puasa. Akan tetapi, beda dengan tahun-tahun sebelumnya, 2026 diadakan bukber dengan menu nasi (biasanya hanya kue dan minuman manis).



Jika ada menu nasi maka otomatis butuh tenaga cuci piring. Daku mengajukan untuk menempati posisi tersebut dan Alhamdulillah langsung di-ACC. Mungkin karena yang lain belum ada yang mau.

Serunya Menjadi Kang Cuci Piring

Beberapa hari sebelum Ramadan daku sudah persiapan: membeli sabun cuci piring ukuran besar dan celemek baru. Lantas di hari pertama bukan puasa, sekitar jam 5 sore daku sudah bersiap-siap (karena maghribnya jam 6 petang). Selain membawa mukena dan sajadah, daku juga memasukkan sabun dan celemek ke dalam tas.



Setelah berbuka dengan menu nasi soto maka kami salat berjamaah. Habis itu daku langsung melepas mukena, menyimpannya di dalam tas, dan memakai celemek. Bersiap untuk’tempur’ di dapur.

Sebelum mencuci piring maka harus bantuin juga untuk membereskan piring kotor (yang ditaruh jamaah di meja dekat area makan). Juga mempersiapkan tas kresek besar untuk menampung botol dan gelas kosong (bekas air mineral) dan sisa-sisa nasi. Kudu gercep karena waktu yang tersedia hanya kurang-lebih 1 jam (antara maghrib dan isya’).

Ternyata piring yang dicuci lumayan banyak karena hari itu jamaah yang datang untuk buka bersama ada sekitar 100 orang. Belum lagi gelas dan sendok kotor yang juga harus dibersihkan. Maka daku cuci secara ekspress, yang penting cepat dan bersih.



Alhamdulillah pas cuci piring banyak yang bantuin. Di dapur masjid ada 2 bak cuci piring jadi daku bekerja di bak kiri dan di bak kanan ada petugas (di hari pertama petugasnya dari RT 1, jadi gantian gituu per RT). Kami berkenalan dan mencuci piring sambil saling menyemangati.

Tapi Ada Sedihnya

Meski senang karena bekerja di dapur yang ramai (karena ada petugas lain yang membantu membersihkan dapur) tapi juga ada sedihnya. Hari pertama saja langsung mewek karena ada yang menyisakan banyak nasi di piring. Alasannya porsi nasi terlalu banyak, atau mereka sudah kenyang duluan makan kue (takjil).

Beneran sedih karena daku ingat larangan untuk membuang makanan. Tapi ya gimana lagi, kita kan tidak bisa mengatur orang lain. Yang bisa dikendalikan adalah diri kita sendiri. Alhamdulillah dari tim petugas masak memberi solusi: porsi nasi dikurangi dan ditakar sehingga meminimalisir jamaah membuang sisa nasi / lauknya.



Meski setelah cuci piring baju nyaris basah (karena aliran keran yang kencang dan menembus celemek) dan pinggang nyut-nyutan, tapi daku tetap menikmati pengalaman jadi tukang cuci piring di masjid. Mengapa begini?

Daku tidak malu bekerja ‘kasar’ karena niatnya memang membantu jamaah. Malah senang karena jadi lebih kenal jamaah dari RT lain, dan tim masak juga sering membungkuskan 2-3 porsi sayur/soto ekstra untuk kubawa, jadi bisa buat stok makan sahur. Intinya adalah: Alhamdulillah atas semua rezeki ini.

 

Jumat, 20 Maret 2026

Review Film Brittany Runs a Marathon

 

Siapa suka lari pagi atau bahkan ikut lomba marathon? Nah kali ini daku mau cerita mengenai inti dari film Brittany Runs a Marathon. Si Brit ini bukan pelari profesional lho. Tapi mengapa dia nekat ikut lomba marathon? Yuk baca review selengkapnya di bawah ini.

Judul               : Brittany Runs a Marathon

Sutradara         : Paul Colaizzo

Pemain            : Jillian Bell, Michaella

Tahun              : 2019

Durasi              : 103 menit

Bisa ditonton di: PRIME Video

 

Brittany merasa hidupnya stuck, karirnya mandeg, sahabatnya Gretchen (yang tinggal sekamar dengannya) suka ngajak dugem sekaligus nge-bully. Dia juga sering terlambat datang saat bekerja sehingga berkali-kali dapat peringatan dari sang boss.



Ketika merasa tubuhnya tidak baik-baik saja, Brittany periksa ke dokter. Oleh pak dokter dia malah disuruh menurunkan berat badan dengan cara berolahraga. Menurut dokter, dia sudah masuk kategori obesitas dan berbahaya bagi kesehatannya.

Akan tetapi Brittany masih denial dan malah menuduh sang dokter macam-macam (ngeselin banget part ini). Namun akhirnya dia nurut dan memulai olahraga yang menurutnya paling gampang yakni berlari. Brit yang terpaksa jogging malah merasa ketagihan.

Sahabat Baru

Seorang wanita bernama Catherine tahu bahwa Brit selalu lari mengelilingi kompleks apartemen mereka. Lantas dia menawarkan Brit untuk ikut klub lari. Dia akhirnya ikut agar terus termotivasi dalam berolahraga.



Di klub lari, Brit bertemu lelaki yang ganteng tapi sayang sudah punya anak (dan pasangan). Dia, Brit, dan Catherine akhirnya sering lari bareng. Mereka bercita-cita untuk ikut lomba New York Marathon.

Hidup Baru

Selain sahabat baru, Brit juga punya hidup baru. Dia akhirnya jengah karena sang teman sekamar selalu merendahkannya. Lantas Brit pindah ke tempat kawan lamanya.

Tak disangka kawan lama (yang awalnya tampak kekanak-kanakan) ternyata cukup tampan dan mempesona. Akhirnya Brit malah naksir berat!



Akan tetapi hidup Brit seolah hampir berakhir karena kakinya cedera parah. Dia pun batal ikut lomba lari. Di tengah kesedihannya, dia pulang kampung dan tinggal lagi bersama keluarga kakaknya.

Di kampung, Brit tetap menerima pesan dari kawan-kawannya. Akankah dia kembali ke kota? Atau betah di kampung halaman? Teman-temannya memotivasi agar Brit mau ikut lomba lari lagi, tentu setelah dia pulih.

Kesanku Setelah Menonton Brittany Runs a Marathon

Ini film berdasarkan kisah nyata dan banyak yang memujinya karena benar-benar real. Bukan seperti film rom-com yang kadang kisahnya too good to be true. Pokoknya klean kudu nonton dan rasakan sendiri sensasinya.



Mengapa harus menonton? Karena Brittany benar-benar memotivasi. Dia berlari dengan pakaian dan sepatu yang ada di rumah (bukan dengan baju sport dan sepatu khusus yang mahal). Dia juga bertekad untuk lari mengelilingi satu blok dulu, dan perlahan meningkatkan jarak dan kecepatan.

Memang kita harus memulai di suatu tempat terlebih dahulu. Kalau mau memulai sesuatu ya mulai aja, seperti Brit yang berlari mulai dari jarak terdekat. Ayo semangat lagi untuk berolahraga, dan Brit memperlihatkan kalau lari benar-benar mengubah hidupnya.

 

Minggu, 15 Maret 2026

Ketika Saladin Nekat Pulang Sendiri

 

 “Ma, barusan Saladin pulang sendiri dan bawa payung. Tadi dikejar pak guru tapi larinya cepat sekali!”

Sebaris WA dari bu guru membuatku kalut. Di siang yang gelap dan dingin karena hujan berangin, Saladin pulang sendiri? Bagaimana jika dia kenapa-napa di jalan?



Segera kupanggil ayahnya Saladin dan beliau langsung menyusul dengan jalan kaki. Mengapa tidak naik sepeda motor? Karena Saladin juga jalan kaki jadi beliau mikirnya akan lebih mudah bertemu di jalan. FYI jarak dari rumah ke sekolah hanya sekitar 800 meter. Jam pulangnya pukul 11:30 siang (karena ini sekolah informal).

Sambil berdoa dalam hati, kutunggu kedatangan ayahnya Saladin. Lima menit kemudian tiba-tiba pintu rumah terbuka dan ternyata….

Saladin datang sambil cengar-cengir. Baju, celana, sepatu, dan tasnya basah. Meski sudah bawa payung tapi anginnya kencang. Segera kukirim pesan ke sang ayah bahwa anak kami sudah datang.

Saat itu daku tidak memarahi Saladin. Namun menyuruhnya untuk ganti baju, cuci tangan, dan makan siang. Ketika dia asyik makan, sang ayah datang dan syukurlah tidak ikut marah juga.

Mengapa Saladin Tidak Diizinkan Pulang Sendiri?

Meski jarak dari rumah ke sekolah dekat tapi kami belum tega untuk melepas Saladin berangkat dan pulang sendiri (padahal dia sudah kelas 7). Jadi di waktu pagi, kuantar bocah ke sekolah dengan jalan kaki, dan siangnya gantian sang ayah yang menjemput dengan sepeda motor. Mengapa tidak tega? Karena….



Karena dulu waktu Saladin masih TK dia pernah hilang, kabur dari rumah dan baru ketemu beberapa kemudian di perumahan sebelah. Seminggu lalu dia juga nekat lari malam-malam ke rumah mbahnya yang berjarak 3 kilometer dari rumah. Oleh karena itu kami sebagai orang tua belum mempercayai dia untuk berangkat dan pulang sendiri, karena dia juga masih impulsive (Saladin ADHD).

Negosiasi dengan Anak

Setelah sama-sama tenang, Saladin kutanya, mengapa dia nekat pulang sendiri? Ternyataa dia lapar saudara-saudara dan sudah tidak sabaran untuk makan siang. Memang dia hanya bawa bekal kue untuk dimakan di jam istirahat (karena memang tidak mau bontot nasi).

Ternyata Saladin juga suka hujan karena suara-suara orang di sekitarnya jadi tidak terdengar (dia hipersensitif terhadap suara keras). Jadi kami bikin perjanjian. Di lain hari kalau siangnya hujan, dia boleh pulang sendiri, asal pamit baik-baik ke bapak dan ibu guru.

Beginilah rasanya punyan anak ADHD yang masih impulsive. Hampir tiap hari darderdor dan ada saja ceritanya. Tapi tidak apa-apa karena kenyataannya, punya anak istimewa seperti Saladin mengajarkanku arti sebuah kesabaran.

Kamis, 12 Maret 2026

Review Buku Under the KitchenTable, Kisah Chef yang Menyembuhkan Traumanya

 

Cinta sejuta rasanya, tapi bagaimana kalau dikhianati oleh orang terdekat? Itulah yang dirasakan oleh Dewa, seorang celebrity chef. Dia trauma berat untuk memasak karena memergoki Amanda, istrinya, cheating di bawah meja dapur di rumahnya.

Dewa berusaha untuk berpisah tapi manajemannya melarang, karena takut akan merusak image di acara TV yang sedang dia bintangi. Padahal gara-gara peristiwa di dapur, dia jadi trauma memasak. Akhirnya dia meminta izin untuk cuti ke Bali, ke kampung halamannya, dan syukurlah diperbolehkan. Dewa tidak sadar kalau…..

Anyway ini data bukunya:

Penulis             : Desy Miladiana

Tahun              : 2022

Tebal               : 328 halaman

Bisa dibaca di: Aplikasi iSalatiga (for free)

 

Pertemuan Dewa dan Dewi

Dewa kaget karena villa milik keluarganya sudah dihuni oleh 2 perempuan plus anak kecil. Ternyata mereka adalah Dewi, Renjana (anak Dewi), dan baby sitter-nya. Dewi adalah sahabat dari adik Dewa dan mereka pernah akrab di masa remaja.



Dewi meminta maaf karena menempati property milik Dewa dan ia berusaha pindah ke tempat lain. Akan tetapi Dewa melarang karena kasihan. Lagipula wanita itu sudah dianggap sebagai adiknya sendiri, dan dia juga jatuh sayang ke Renjana.

Perlahan-lahan Dewi menyembuhkan trauma Dewa dan membuatnya bisa memasak lagi. Ternyata Dewi pernah sekolah kuliner dan sekarang menjadi head chef di restoran milik orang tua Dewa. Akhirnya mereka berkolaborasi di dapur restoran dan menghidangkan sup iga yang menjadi hidangan khas di sana.

Perselingkuhan atau CLBK?

Lagi-lagi Dewa melakukan kesalahan fatal. Dulu dia nekat menikahi Amanda padahal sudah pernah diperingatkan oleh adik kandungnya (kalau perempuan itu pernah cheating). Lantas Dewa jatuh cinta pada Dewi, padahal dia belum resmi divorce. Sementara Dewi berstatus single mother.

Hubungan percintaan Dewa dan Dewi akhirnya terendus oleh media. Dewa diberitakan sebagai tukang selingkuh. Manajemennya marah besar. Dia harus kembali ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara Dewi dilemma karena sang mantan suami mengajaknya untuk rujuk.

Akankah Dewa bisa menceraikan Amanda dan menikahi Dewi? Atau gagal karena Dewi memutuskan untuk kembali pada mantannya? Baca yuuk, seru ceritanya.

Kesanku Setelah Membaca Under the Kitchen’s Table

Ceritanya cukup bagus dan salut kepada penulisnya karena menggunakan bahasa Indonesia yang konsisten. Misalnya dengan pilihan kata ‘griya tawang’ alias apartemen. Novel ini beneran bikin penasaran dan daku menamatkan hanya dalam waktu kurang lebih 2 jam.

Akan tetapi daku agak kecewa karena ekspektasi pada kata ‘kitchen’ di dalam judul. Karena adegan-adegan memasak dan makan kurang digambarkan. Juga usaha Dewi untuk menyembuhkan trauma Dewa juga kurang diperlihatkan. Mungkin lebih fokus ke romance daripada kuliner? Anyway buku ini cocok untuk hiburan di akhir pekan.

Selasa, 17 Februari 2026

Menikmati Mie Lezat di Wizzmie Retawu Malang

 

Siapa nih yang suka makan mie? Beberapa hari lalu daku ada urusan di bank. Setelah selesai lha kok lapar karena memang belum sarapan (baru ngemil lemper doang). Akhirnya daku dan sohib memutuskan untuk makan di Wizzmie yang terletak di Jalan Retawu, Kota Malang.



Ketika sampai sana masih sepi nih dan ternyata kata bapak tukang parkir, bukanya baru 2 menit lagi (jam 9 pagi teng). Tapi beliau mempersilakan kami untuk masuk. Parkirannya cukup luas ya sehingga kalian yang bawa mobil juga enggak kesulitan.

Sampai di dalam langsung disambut dengan banner yang menarik. Bagus nih kerja desainer grafisnya. Lantas kami pilih nomor meja baru pesan makanan dan minuman di kasir.



Kami pesan dua jenis mie, yakni mie goyang untukku (pilih yang level nol jadi enggak pedas sama sekali). Sedangkan temanku pesan mie disko Level 3. Menurut mbak kasir, cabenya kelipatan 5. Jadi kalau level 3 pakai 15 cabe.

Suasana di Wizzmie Retawu



Di sana menempati bangunan yang cukup luas dan ventilasinya bagus sehingga di bagian dalam udaranya lega. Tapi kami duduk di bagian luar. Ada tanaman-tanaman sebagai penghias sekaligus penyejuk alami. Juga ada berbagai gambar mural yang cakep, bisa buat spot foto.

Bagaimana dengan Rasa Makanan dan Minumannya?

Yang datang pertama adalah minumannya dan kala itu daku memesan es milk tea. Pertama-tama kalau pesan es yang di-notice adalah es batu dan Alhamdulillah di Wizzmie pakai ice tube yang jelas sehat karena terbuat dari air matang. Es milk tea lebih dominan rasa teh dan manisnya pas, malah mirip dengan Thai tea.

                            Kiri: es milk tea kanan: es kopi susu gula aren  

Ketika mengantar minuman, karyawan minta maaf kepada kami karena harus menunggu mie datang karena memang dapur baru buka. Enggak masalah yaa. Sekitar 10 menit kemudian mie datang dan ternyata….

                               mie yang level 0

Daku pesan mie yang level 0 dan ini namanya mie goyang yang bertabur abon ayam. Rasanya paduan manis dan gurih. Mienya kenyal dan mudah dicapit menggunakan sumpit. Surprisely rasanya enak dan porsinya mengenyangkan.

                          mie level 3

Sebagai pendamping mie ada 2 siomay goreng dan keripik pangsit. Siomay gorengnya masih hangat dan kulitnya renyah. Isinya gurih banget, dominan rasa ayam (kayak lagi makan chicken karaage tapi berlapis kulit pangsit). Ada side dish dimsum di Wizzmie tapi daku belum coba, dan memang jadi bikin penasaran.

Kopi Istimewa



Salah satu hal yang membuatku takjub adalah ada mesin kopi di restoran Wizzmie cabang Retawu ini. Jadi kalau mau pesan kopi ya beneran dibuatkan fresh. Dan harganyaaa OMG murahh, temanku pesan es kopi susu gula aren tidak sampai 20.000 rupiah.

Apa Ada Menu Lain?



Klean yang lagi kelaparan enggak usah takut karena di Wizzmie ada menu nasi plus fried chicken, ada paketannya gituu. Ada juga rice bowl. Tapi daku belum pernah coba jadi belum bisa cerita rasanya. Namun dilihat dari fotonya terlihat menggiurkan.



Habis makan mie atau nasi masih pengen ngemil? Tenang saja karena di Wizzmie Retawu ada gelato aneka rasa. Tinggal pilih saja mau rasa apa dan berapa scoop. Selamat menikmati!

Fasilitas di Wizzmie Retawu Malang

Klean yang lagi mau makan di Wizzmie Retawu bisa memanfaatkan beberapa fasilitas antara lain free wifi dan memang disediakan beberapa colokan listrik. Jadi bisa nih makan mie plus ngopi sambil nugas kuliah. Pas daku mau pulang ada rombongan mahasiswa yang kelihatannya mau rapat sambil sarapan.



Kemudian ada juga high chair untuk dipakai bayi dan batita. Yang mau salat juga tidak perlu khawatir karena ada musala di Wizzmie Retawu.

Service dari Kru yang TOP BGT

Salah satu yang daku suka dari restoran Wizzmie adalah service-nya. Semua kru mulai dari kasir sampai yang mengantar pesanan sopan dan ramah bangeet, full senyum! Mau masuk sudah disapa. Mau pulang juga diucapkan terima kasih dengan sangat baik. Ini nih yang bikin pengen balik lagi ke sana.

Jadi bagaimana, sudahkah makan mie hari ini? Ingat mie ingat Wizzmie.

Kamis, 12 Februari 2026

7 Ide Jualan Selama Ramadan

 

 “Ramadan tiba, Ramadan, tiba, marhaban yaa ramadan!”

Siapa nih yang excited ketika bulan puasa tiba? Rasanya hari-hari menjadi lebih adem dan hati juga tenang. Apalagi di sore hari banyak pasar takjil bermunculan.

Tapi pernah enggak kepikiran untuk ikut jualan saat Ramadan? Untungnya lumayan banget lhoo. Ini beberapa ide jualan selama Ramadan yang bisa kamu aplikasikan:

1. Donat

Mengapa harus donat di antara sekian banyak kue takjil? Donat menjadi snack kesukaan anak-anak maupun dewasa. Kemudian, donat juga relatif tahan lama, jadi ketika hari ini belum laku, bisa disimpan dan dijual lagi keesokan harinya (bisa awet sampai 2-3 hari asal dikulkasin).

Namun bagaimana jika kamu belum bisa bikin donat sendiri? Tenang, tidak usah capek menguleni adonan. Kamu bisa beli donat fozen lalu memanaskannya. Setelah dingin baru dikasih topping atau glaze sesuai selera. Untuk beli glaze juga tinggal ke toko bahan kue terdekat.

2. Aneka Es

Buka puasa pasti hauuus yaa dan banyak yang cari es untuk penyegar tenggorokan. Coba deh jual es blewah, es timun suri, atau es yang lain. Untuk resep ada banyak di internet, dan sebelum Ramadan bisa trial dulu agar tahu bagaimana rasanya sekaligus menghitung harga pokok dan harga jualnya berapa.

3. Buku Resep

Bulan Ramadan tidak melulu jualan makanan tapi juga bisa buku resep. Kalau kamu suka masak dan baking, coba kumpulkan resep-resep andalan, bikin ebook, dihias, lalu dijual. Karena kenyataannya banyak ibu yang bingung kalau Ramadan mau masak apa untuk berbuka dan sahur? Jadi mereka adalah pasar yang sangat potensial.

4. Kue Kering

Biasanya di akhir Ramadan banyak yang hunting kue kering karena akan dihidangkan saat lebaran. Jadi kamu bisa jualan aneka kukis seperti putri salju, kastengels, dll. Namun bagaimana kalau tidak bisa membuatnya sendiri?

Tenang saja karena kita bisa jualan tanpa harus baking dengan cara jadi reseller. Coba cari deh produsen kukis dan biasanya mereka butuh tenaga penjualan. Manfaatkan akun media sosialmu untuk mempromosikan cookies tersebut.

5. Mukena

Biasanya kalau Ramadan banyak yang butuh mukena, biar semangat ibadahnya. Atau mukena tersebut dijadikan isi parcell istimewa. Nahh lagi-lagi kalau modalmu masih minimalis, jadi reseller saja dan pastikan distributor atau produsennya terpercaya.

6. Lauk Frozen

Biasanya ibu-ibu pada bingung menyiapkan menu apa untuk sahur. Kamu bisa jualan lauk frozen seperti ayam ungkep, dan pasti laku keras. Mereka butuh stok lauk untuk langsung dihangatkan sehingga persiapan makan sahur lebih cepat.

7. Jasa Membangunkan Sahur

Last but not least, coba deh buka jasa membangunkan sahur. Jadi stay mulai jam 2 pagi dan telepon para klien sampai mereka beneran melek dan makan sahur.

Jadii Ramadan ini mau jualan apa aja? semangat yuk cari uang tambahan, lumayan bisa untuk berlebaran.

Selasa, 10 Februari 2026

Tolong, Saladin Kabur Lagi!

 

Apa yang ditakutkan oleh seorang ibu? Ketika sang anak tidak ada di pelukannya, di jam yang seharusnya. Itulah yang kurasakan minggu lalu ketika SALADIN HILANG DAN RUMAH KOSONG. TIDAAK!



Jadi, begini ceritanya pemirsa. Malam itu ada peringatan nisfu Sya’ban di masjid dekat rumah. Daku datang pas maghrib (karena acaranya habis maghrib). Saladin sudah 13 tahun jadi dia biasa jaga rumah (dan sudah sering begini). Kebetulan pas ayahnya ada acara di luar dari sore hari.

Habis isya’ acara selesai dan daku langsung pulang. Tapi kesenangan berubah jadi kesedihan karena Saladin tidak ada di rumah. Bawa HP-ku pula. Alamak, di mana anakku?

Pencarian Dimulai

Memang sorenya Saladin bilang ingin cooling down di daerah dekat warung tetangga. Tapi kucari di sana gak ada. Keliling perumahan juga gak ada. Di toko tetangga yang lain juga gak ada (dia hobi beli jajan di sana).

Alhamdulillah ada kabar baik karena omnya Saladin (adikku yang kedua) datang naik sepeda motor. Dia mengabari kalau si bocah ke rumah mbah utinya (mamaku) dengan berjalan kaki. Padahal jaraknya lumayan, hampir 3 kilometer. Ya Tuhan!

Saladin bilang ke mbah utinya kalau dia mau menginap. Oleh karena itu sang om datang dan ingin mengambilkan baju ganti. Yaa jelas kutolak karena besoknya kan sekolah.

Dengan panik daku naik ke boncengan motor sambil bertanya, bagaimana keadaan Saladin. Ternyata dia baik-baik saja. Namun kelaparan karena habis mudik jalan (atau setengah berlari?) lalu dengan lahap makan nugget dan mie pangsit yang dihidangkan oleh omnya.

Bunda Saladin Mengamuk

Ketika sampai di rumah mama, daku langsung ke lantai 2 (karena hafal, pasti Saladin lagi main game di kamar omnya. Daku langsung ngamuk karena khawatir dia hilang. Bagaimana bisa tenang kalau anaknya lari malam-malam, dan sepanjang jalan ada 2 kuburan yang dilewati? Jalannya ramai pula.

Beneran gaeees jangan kira daku orangnya sangat penyabar. Sesekali Bunda Saladin bisa ngamuk apalagi kalau situasinya chaos. Tentu saja kalau marah juga hanya menaikkan volume suara, tidak main tangan.

Hilang Lagi

Saladin habis kumarahi cuma cengar-cengir lalu malah turun ke lantai 1. Lalu kemudian ada tamu, kukira ayahnya Saladin. Ternyata bukan. Setelah itu apa yang terjadi?

Saladin lari tunggang-langgang! Ya Allah. Apa dia mengira pulangnya jalan kaki juga? Daku langsung menyusul naik sepeda motor tapi belum ketemu. Sampai rumah hanya ada ayahnya Saladin dan kuceritakan ke beliau yang sebenarnya.

Kok tidak WA atau telepon ayahnya? Jadi HP beliau lagi error saudara-saudara. Intermezzo duluuu biar gak tegang.

Kembali ke cerita, setelah itu ayahnya Saladin ikut bantu cari bocah dengan berjalan kaki. Sementara daku naik motor dengan harap-harap cemas. Sekitar 10 menit kemudian mbahnya Saladin menelepon, mengabari kalau dia sudah kembali.

ALHAMDULILLAH.

Ternyata Saladin haus lalu dia cari minuman di luar. Tapi lupa tidak pamitan. Ya Tuhan! Masalahnya dulu waktu dia TK pernah hilang juga dan ketemunya di toko kue di perumahan sebelah.

Read: Saladin hilang

Ketika kembali ke rumah mama, beliau langsung memperingatkan untuk tenang, Saladin jangan dimarahi. Daku Cuma bisa nangis sambil memeluknya. Jangan diulangi ya!

Setelah kejadian ini daku jadi tidak bisa mempercayainya untuk jaga rumah. Meski Saladin sudah jadi anak SMP tapi karena masuk kategori anak berkebutuhan khusus (ADHD) maka treatment-nya berbeda. Kemudian sang guru yang kuceritakan tentang ini memberi usul: di baju dan tasnya diberi kartu identitas berisi nama, alamat, dan nomor HP.

Memang punya anak spesial itu sangat-sangat menguji kesabaran. Semoga ini kejadian terakhir dan Saladin sadar kalau dia tidak boleh seenaknya kabur, atau pergi tanpa pamitan.

Kamis, 05 Februari 2026

Review Buku Madicken, Indahnya Masa Kecil di Zaman Dulu

 


Siapa suka baca bukunya Astrid Lindgren? Penulis asal Swedia ini terkenal akan karyanya Pippi Longstocking. Tapi Madicken juga tak kalah bagusnya.

Judul: Madicken

Penulis: Astrid Lindgren

Penerjemah: Listiana Srisanti

Tahun: 1981

Syahdan di Swedia, ada seorang gadis kecil bernama Madicken. Nama aslinya adalah Margaretha tapi dia lebih suka dipanggil Madicken. Dia hidup bahagia bersama mama, papa, dan adik perempuannya yang bernama Lisabet.

Kala itu, anak-anak di Swedia baru bersekolah di usia 6 tahun. Madicken sangat antusias karena akan belajar di tempat baru (sementara Lisabet sangat iri). Dia happy karena sudah punya baju baru, sepatu, dan batu tulis (sabak). Iyaa ini kuno banget (kok pakai sabak bukan buku tulis), sepertinya setting cerita sebelum tahun 1980-an.

Hari-Hari Madicken di Sekolah

Walau sangat antusias, Madicken juga kena masalah di sekolah. Dia bertengkar dengan temannya, sampai adu pukul. Sepatunya pernah hilang, bajunya sobek. Ada saja yang terjadi tiap hari, tapi dia menyalahkan sang teman. Ketika dicek oleh mamanya, ternyata tidak ada teman itu yang mengerjainya, tapi merupakan imajinasi Madicken sendiri.

Madicken yang Sangat Aktif

Walau anak perempuan, Madicken sangat aktif (dan pergaulannya tidak terlalu dibatasi oleh sang papa). Dia dan adiknya pernah pergi ke peternakan yang jauh sekali dari rumahnya sampai membuat empunya tempat itu sangat kaget. Ada dua gadis kecil yang berjalan berkilo-kilo meter di tengah suhu yang dingin (dikira nyasar).

Madicken juga pernah usil, piknik di atas genteng bersama Lisabet. Ketika ada temannya yang memanggil malah dilempar bakso (jadi ingat Swedish meatball yang dijual di toko furniture).

Setelah itu Madicken uji nyali dengan turun dari genteng dengan naik payung, karena ingin merasakan sensasi terbang. Untungnya dia tidak meninggal, hanya cedera fisik dan gegar otak ringan.

Kritik di dalam Buku Anak

Ketika baca buku Madicken maka daku menemukan beberapa kritik yang ditulis oleh Astrid Lindgren (dan penyampaiannya sangat halus sampai hampir tidak terasa). Di antaranya, Madicken diajak ke gereja oleh sang mama. Akan tetapi papanya tidak mau beribadah ke sana (walau hanya setahun sekali).

Kritik sosial yang diselipkan di dalam buku ini sangat mengena karena Astrid paham, yang membaca buku Madicken bukan hanya anak-anak, tapi juga orang tuanya. Bisa jadi penulis ingin menyentil orang dewasa lewat karya sastra.

Pembaca akan sangat puas baca buku Madicken karena terjemahannya bagus sekali dan ternyata penerjemahnya adalah almarhumah Bu Listiana Srisanti. Iyaa, beliau yang pernah menerjemahkan buku-buku Harry Potter! Bu Listiana termasuk penerjemah kelas atas yang karyanya sangat apik. BTW kamu sudah pernah baca bukunya Astrid Lindgren?