September ceria! September selalu
jadi bulan yang ditunggu-tunggu. Bukan wake
me up when September ends. Tapi beneran September ceria karena bulan ini wedding anniversary dan beneran enggak
kerasa, sudah 15 tahun pernikahan!
Cukup lama ya? Daku saja merasa
masih pengantin baru, hahaha! Beginilah kalau menikah modal taaruf, pacarannya
ya setelah akad. Manis dan asam
dinikmati bersama. Eh tapi walau taaruf sebenarnya kami sudah kenal karena
sama-sama jadi anggota English Club di Malang, tapi belum ‘dekat’ aja sebelum
khitbah.
Memahami
Bahasa Cinta
Akan tetapi jika ditanya apa resep
awet sehingga bisa mempertahankan pernikahan sampai 15 tahun? Maka daku malah
bingung sendiri. Penyebabnya karena tidak ada resep saklek. Yang penting saling
menyayangi dan meningkatkan ketaatan kepada Tuhan YME.
Apakah masih saling cinta? Masih
dong! Daku selalu memanggil suami dengan sebutan SAYANG. Sementara beliau saving nomorku di HP dengan nama:
Tweety, wkwkwk. Itu panggilan sayangku.
Setelah melalui 15 tahun bersama,
maka ada satu yang daku sadari: perbedaan bahasa cinta. Daku lebih ke Untuk
macam-macam bahasa cinta klean cari sendiri sajalah di Google!
Words
of Affirmation
Bahasa
cintaku adalah words of affirmation. Tak
heran Saladin selalu dipanggil ‘sayang’ atau ‘cah bagus’, atau ‘halo orang
kaya!’ Bisa jadi love language ini
meniru papa, yang bahkan beliau sudah menikah selama 42 tahun dan masih mesra
saat memanggil mama.
Suami
mungkin awalnya kaget saat dipanggil dengan sebutan ‘sayang’ (Setelah kami
menikah). Bisa jadi karena beliau berasal dari keluarga yang terlalu
blak-blakkan. Lucunya, pernah daku memanggil dengan sebutan ‘sayang’ eh Saladin
dan ayahnya menengok bersamaan. Siapa nih yang dimaksud? Satuu duaa tigaa
sayang semuanyaaa.
Act
of Service
Akan tetapi ayahnya Saladin memiliki
bahasa cinta yang berbeda yakni act of
service. Daku sempat bingung beliau cinta apa enggak sih? Kok di awal
pernikahan senyum-senyum tapi jarang banget memuji istrinya?
Ternyata love language-nya memang berbeda. Beliau mengekspresikan
kasih-sayang dengan action. Misalnya membuatkan
rak buku dan meja kerja ketika kami pindah ke rumah baru. Beliau juga langsung
membetulkan saluran air dan membetulkan lantai beberapa bulan sebelum rumah itu
dihuni, sehingga membuatku merasa nyaman. Bahkan kemarin juga ada manga podang
dari kebun mertua, karena tahu itu buah kesukaanku.
Kesimpulannya
Adalah
Salah satu cara untuk memahami suami
/ istri adalah mengetahui bahasa cintanya. Tidak usah ngambek kalau memang
merasa tidak dicintai, siapa tahu memang love
language berbeda. Kalaupun belum paham coba deh konsultasi ke psikolog atau
konselor pernikahan.
Resep
Awet Pernikahan
Tambahan: ini beberapa tips dari
kami agar pernikahan berlangsung dengan awet:
Jujur,
meningkatkan ketaatan kepada-Nya, sabar, dan saling memahami. Jika memang ada
yang kurang sreg maka bisa dibicarakan baik-baik. Bukan dengan cara ngambek
atau kabur-kaburan. Tambahan: tips dari Uni Dian Onasis, kalau kesal dengan
pasangan, coba ingat kebaikannya.
Lima belas tahun bukan waktu yang
sebentar tapi kalau dijalani bersama kok rasanya cepat aja, hahahah. Kami sudah
menghuni 3 rumah di 3 area yang berbeda (meski masih satu kota). Bertahan dengan
satu anak (karena alasan kesehatanku). Beliau mengajari bahwa cinta bukan hanya
dikatakan tapi juga dilakukan alias walk
the talk.

































