Siapa nih yang suka nonton drama Jepang? Atau senang nyimak
cerita tentang kedokteran? Yuk nonton dokter Koto, serial yang diadaptasi dari
komik berjudul sama.
Sutradara : Isamu
Nakae
Jumlah Episode: 11
Tahun : 2006
Tayang di :
Netflix
Dokter Koto baru saja sampai di Pulau Shikina dan dia masih
mabuk laut. Di sana jaraknya 6 jam perjalanan dari pulau utama. Keterkejutannya
nambah karena klinik tempat dia kerja kecil sekali.
Dokter Koto tanya ke suster Ayaka mengapa alat-alat kedokteran
tidak lengkap? Dia makin kaget karena kebanyakan warga ke klinik hanya untuk
kondisi sakit yang tidak parah (misalnya mengobati luka).
Pasien - Pasien Dokter Koto
Si dokter pusing karena kliniknya sepi dan akhirnya dia mendapatkan
pasien pertama. Seorang anak kecil bernama Ryuichi. Dia pernah mengeluh ke sang
ayah kalau perutnya sakit dan ternyata usus buntu.
Tapi sang ayah berkeras untuk membawa si bocil naik kapal ke RS
di pulau utama. Padahal kondisi anak sudah parah. Akhirnya dokter Koto bersama
suster dan asistennya ngotot ingin menemani di kapal.
Sampai di kapal, dokter Koto makin nekat untuk melakukan
operasi, karena kondisi si anak harus segera ditolong. Ayahnya memberi izin
meski sambil cemberut. Syukurlah operasi berhasil.
Mengapa si ayah tidak mau anaknya dioperasi di klinik? Karena
dokter sebelumnya gagal mengobati dan menyebabkan sang istri meninggal dunia.
Dia jadi menyalahkan si dokter yang akhirnya kabur.
Nenek yang Rewel
Pasien kedua dokter Koto adalah nenek Uchi, seorang bidan lokal.
Agak aneh, mengapa bidan malah gak mau diobati di klinik? Mungkin dia semacam
dukun bayi gitu yaa.
Akhirnya si nenek mau diobati dan dia berkeras tidak mau
meninggalkan pulau. Karena sang suami dimakamkan di sana. Nenek akhirnya paham
kalau dokter Koto itu baik dan tidak lagi meragukannya.
Perjuangan Melawan Patriarki
Seorang wanita hamil yang rutin datang ke rumah nenek Uchi sang
bidan, diperingatkan sang suami untuk tidak terlalu capek. Dia bertemu dokter
Koto lalu sang dokter kaget karena kakinya bengkak. Itu merupakan tanda
pre-eklampsia.
Pre-eklampsia bahaya karena bisa membahayakan nyawa janin maupun
ibu. Benar, ibu hamil itu ngotot merawat mertua dan memasak di sana lalu
kemudian pingsan. Dokter Koto memeriksa dan bilang kalau harus dioperasi padahal
kandungan baru 7 bulan (prematur).
Di sini diperlihatkan bahwa penulis skenario secara lantang
melawan Patriarki. Ini ibu hamil lho. Masih saja memikirkan kesehatan orang
lain (ibu mertuanya) bahkan memasak untuk bapak mertuanya. Orang hamil, capek,
masih disuruh-suruh, tega bener!
Kepercayaan dari Warga
Pelan -pelan, penduduk pulau mulai mempercayai dokter Koto.
Mereka tidak lagi menjulukinya sebagai dokter palsu. Si dokter pun merasa
senang karena bisa menolong banyak orang di sana (yang benar-benar masih lugu
dan polos).
Kesanku Setelah Nonton Serial Dokter Koto
Mengapa tidak seperti komiknya? Nahh dulu daku baca komik dr
Koto udah lama (lebih dari 15 tahun lalu) dan karakter sang suster jadi beda
jauh. Kalau di serial ini susternya lebih judes tapi keliatan kalau diam-diam
naksir si dokter.
Bagaimanapun, serial Dokter Koto membawa insight baru bagi para
penonton. Di mana seorang dokter mau mengabdi di pulau kecil. Dia juga mau
mengajari anak kecil sehingga mendapat nilai bagus, sampai si anak juga
termotivasi untuk menjadi dokter.


























