One day daku
membuka akun social media. Ada satu utas yang menarik, isinya adalah sebuah
pertanyaan: Jika kamu (seorang ibu) diberi uang 100.000 rupiah, apa yang akan
dibeli? Syaratnya harus dihabiskan sendiri, tidak digunakan untuk keperluan
anak / keluarga.
Jawabannya sangat beragam dan bikin
kaget bangeeet. Ada yang ingin makan jajanan tertentu. Ada yang mau ngebakso
tapi sambil bawa anak. Ada juga yang terang-terangan ingin beli pakaian dalam,
karena yang lama sudah jelek dan hampir rusak.
Astagaa,
banyak yang trenyuh karena kebutuhan pokok manusia seperti sandang (underwear) bahkan tidak mampu dibeli
oleh seorang ibu. Saking mereka terlalu mengutamakan keluarga. Jadi uangnya
untuk kebutuhan sehari-hari dst.
Memangnya
Tidak Bekerja?
Lantas
muncul satu pertanyaan lagi dari netizen, memangnya sang ibu tidak bekerja? Kok
uang untuk jajan saja tidak punya? Halooo, tidak semua rumah tangga sama ya!
Ada wanita yang memang jadi IRT karena tak punya support system (tidak ada yang dititipi anak / daycare mahal).
Ada
juga ibu yang working mom tapi
gajinya mepet UMR. Jadi uang yang didapat hanya ‘numpang lewat’ karena memang
kebutuhannya banyak. Di tempat lain, ada pula wanita yang bekerja tapi jadi sandwich generation alias membiayai
orang tuanya.
Mengutamakan
Keluarga
Yang daku pikirkan adalah ketika ibu
diberi rezeki dadakan dan disuruh jajan, tapi kok malah dibuat makan bersama
anak-anak? Ternyata ini karena sejak dulu seolah-olah ada tuntutan ibu adalah makhluk yang selalu mengalah.
Keluarga adalah yang utama (sampai ibu setengah menderita karena beli jajan aja
susah). Aduh!
Tuntutan
sosial seperti ini ngeri banget sih. Padahal jajan dan me time adalah sebuah hak ibu yang harus diberikan. Mengapa ada
yang kejam dan menyuruh seorang ibu untuk terus mengalah, sampai seolah-olah me time itu terlarang?
Me
Time Itu Gini Lho
Sungguh
daku tak habis pikir kenapa ada yang berpendapat kalau me time itu egois. Ketika seorang ibu hanya ngopi seminggu sekali,
dicela berhari-hari. Padahal di balik peristiwa itu dia sudah berusaha keras
untuk mengasuh anak, merapikan rumah (tanpa asisten rumah tangga), dll.
Ada
juga yang salah kaprah dan bilang kalau me
time versinya adalah bisa menyeterika, mencuci, dll dengan tenang.
Penyebabnya karena si anak (yang masih kecil) dijaga oleh ayahnya. Padahal me time tidak seperti itu. Kegiatan ini
harus dilakukan sendirian dan dalam keadaan rileks, bukan sambil beberes.
Ketika
ibu me time maka dia melakukan keinginannya
sendiri. Sesederhana bisa belanja di minimarket tanpa digelandoti anak dan
menikmati waktu bebas. Atau ngeteh dan makan kue dengan tenang, bisa dilakukan
di teras rumah, di kafe, atau tempat lain.
Korban
Patriarki
Setelah riset ke beberapa sumber
maka daku menemukan fakta bahwa wanita yang terlalu sering mengalah itu karena
dia terjebak dalam tuntutan social. Kemudian ibu yang mengutamakan orang lain
itu adalah korban patriarki. Karena disuruh untuk selalu mengutamakan suami
(dan biasanya anak laki-laki).
Sedih
sekali ketika di era teknologi informasi, masih ada korban-korban patriarki.
Bahkan seorang netizen berpendapat agar wanita jangan terlalu banyak belanja
alat rias dan skincare. Penyebabnya
karena (menurut dia) percuma cantik tapi anak dan suami tidak terawat. Daku
Cuma bisa bengong dong bacanya.
Read: Ibu Harus Bahagia
Ada
juga kisah korban patriarki di mana suami makan paket ayam goreng dengan lahap.
Tapi istrinya makan satu paket bertiga (dengan anak-anaknya). Astaga, kok bisa
ketelen itu ayam? Sudah suaminya patriarki, pelit lagi!
Belanja
dan Jajan
Jadi,
ladies, jangan terlalu sering
mengalah dengan anggapan anak dan suami lebih butuh. Sesekali kita boleh kok
beli lipstick baru, baju yang bagus, atau me
time dengan beli kue favorit. Yang namanya kebutuhan rumah tangga bisa
tiada habisnya, dan jangan merasa ‘berdosa’ ketika beli sesuatu untuk diri
sendiri.
Jangan
mau jadi korban patriarki dan sejak awal jangan mau dekat dengan cowok pelit.
Amit-amit jabang baby! Wanita berhak
untuk bahagia dan jangan dengarkan suara-suara sumbang di luar sana.



































.jpg)



