Jumat, 05 Juni 2026

Idul Adha 2026 yang Campur-Aduk

 

Sudah makan berapa tusuk sate kambing nih?

Idul adha identik dengan sate dan berbagai olahan daging lainnya. Namun kali ini daku tidak mau cerita tentang resep sate. Melainkan hari idul Adha yang jatuh tanggal 27 Juli 2026 (teringat peristiwa bersejarah gak sih?)



Salat ied dimulai jam 6 pagi dan sesaat sebelumnya ada pengumuman yang mengejutkan. Salah satu imam masjid di tempat kami meninggal dunia beberapa jam sebelumnya. Jadi setelah salat dan ceramah, jamaah diminta untuk menyalatkan beliau terlebih dahulu. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, al fatihah.

Karena masih dalam suasana berduka (dan membantu keluarga almarhum mengurus pemakaman) maka proses penyembelihan jadi agak mundur. Entah mengapa cuaca agak mendung pada hari itu mendukung kegalauan dari para jamaah, dan terutama bagi keluarganya. Namun kami harus tetap tegar dan melanjutkan kegiatan yang sudah lama direncanakan.

Membantu Panitia Idul Adha

            Sama seperti tahun sebelumnya, daku bantu-bantu panitia idul adha di masjid. Nah, panitianya memang tak hanya para bapak tapi juga ibu-ibu. Jadi yang laki-laki menyembelih sapi dan kambing. Sementara para wanita memasak (untuk makan bersama) dan membantu menimbang daging kurban.



            Kerja sama seperti ini menyenangkan bukan? Akan tetapi ayahnya Saladin tidak jadi juru sembelih. Sebagai master blacksmith alias pande besi, tugas khusus beliau adalah membawa gerinda duduk dan mengasah aneka pisau dan golok.

Sementara itu, daku sibuk di dapur, menggoreng bala-bala. Sungguh ya para panitia dijamin kenyang, karena selain bala-bala, ada singkong goreng, kacang rebus, bahkan disediakan nasi pecel untuk sarapan. Sementara itu ada ibu lain yang memanaskan soto dan kare untuk hidangan makan siang. Pokoknya kompak deh, dijamin kenyang!

Saladin yang Mondar-Mandir

            Saladin tidak mau diajak (dan memang lebih baik di rumah), karena dia pernah melihat ayahnya menguliti kambing, lalu tantrum dan guling-guling di tanah. Tapi satu jam sekali daku menengok ke rumah (sambil bawa es dan jajanan untuknya).



            Saladin Alhamdulillah nurut, mau jaga rumah, tapi….Kadang dia nongol gitu aja di masjid. Menunggu kapan bundanya pulang. Memang acaranya cukup lama, dari jam 9 pagi hingga 4 sore.

Masak Apa Nih?

            Daging kurban akhirnya dibagikan ke para jamaah habis ashar dan daku langsung membersihkannya. Lemak-lemak dibuang, lalu jeroan, tulang, dan daging dipisahkan. Kemudian jeroan direbus dengan daun jeruk dan jahe agar mengurangi aromanya.

            Nahh daku pernah diajari oleh emak (ART mama) kalau menyimpan daging kurban sebaiknya direbus dulu (sebentar aja). Jadi daging direbus sekali (dan dibuang airnya karena memang kotor). Baru dipotong dan direbus lagi, dan disimpan.



            Biasanya mamaku masak krengsengan tapi kali ini daku mau bikin bulgogi (ada saus instannya di minimarket). Daging dicincang lalu dibumbui dengan bawang putih, saus bulgogi, dan diberi air secukupnya. Ini mah bukan seperti bulgogi yang original karena kucampur dengan tahu putih, wkwkkwk, yang penting enak.

Saladin sudah request minta dibikinkan pizza dan daku memang sudah belanja tepung terigu protein tinggi, ragi instan, margarin, saus tomat, keju, dll. Kalau klean masak apa aja pas libur idul adha? Atau dagingnya malah masih tersimpan di freezer?

 

Kamis, 04 Juni 2026

Mengapa Anakku ADHD?

Saladin berlari mengelilingi rumah, sementara temanku (yang sedang bertamu) heran dan bertanya, “Dia kenapa?” Kujelaskan kalau anak ADHD memang seperti itu, sangat aktif. Untung masa suka memanjatnya sudah hilang jadi dia hanya lincah berkeliling sambil mendengarkan lagu-lagu favoritnya.

                                          Kostum robot dari kardus

Pertanyaan seperti itu sudah biasa karena daku merasakan 13 tahun jadi ibu dari anak ADHD. Mulai dari pertanyaan yang ringan sampai pandangan mata yang merendahkan, sudah kenyang rasanya. Tapi jujur daku kadang ‘oleng’ alias merasa galau, mengapa harus punya anak ADHD yang relatif lebih ‘sulit’ daripada anak biasa? Ya Tuhan??

Balada Punya Anak ADHD

            Kita kembali ke masa Saladin masih kecil. Ada-ada saja tingkahnya, mulai dari memanjat pohon, lemari, sampai naik kulkas. Dia pernah kecepit kursi saking penasaran dengan kursi kayu buatan ayahnya.



            Yang paling sedih ketika Saladin (waktu TK) tantrum dan dulu memang sangat mengerikan. Dia menangis sambil gulung-gulung di lantai lalu…membenturkan kepalanya ke ubin! Bagaimana tidak takut kalau terluka?



Memiliki anak ADHD membuat hatiku campur-aduk. Kadang ikut marah ketika dia tantrum (karena beban emosi yang berat). Lalu malamnya menyesal dan minta maaf ke dia sambil menangis. Kadang daku juga sedih karena dia berbeda dari anak lain (walau fisiknya sama).

Melihat Kelebihan Anak, Bukan Kelemahannya

Akan tetapi kegalauan itu harus diusir jauh-jauh. Buat apa daku overthinking akan masa depannya? Tidak boleh menyesal punya anak ADHD karena yang paling penting (Sebagai orang tua) adalah melihat kelebihan anak, bukan hanya mencermati kelemahannya.



Memang Saladin ADHD, fokusnya relatif lebih pendek, tapi dia juga punya kelebihan di bidang bahasa. Dia mahir bahasa inggris sejak usia 5 tahun. Saladin suka belajar aksara dan hafal huruf-huruf Rusia, Yunani, dll.

                               Belajar bahasa dan aksara dengan menggunakan komputer

Saladin juga mau membereskan piring kotor, sudah bisa mengupas kentang dan apel (dengan peeler), bahkan inisiatif menyapu lantai saat ada semut. Dia suka memeluk dan mencium pipi bundanya. Juga sudah bisa membuat teh sendiri dan bisa dimintai tolong belanja di warung (asal ada catatan belanja).

                                                           Saladin belajar mengecat

Buat apa daku melihat ADHD sebagai sebuah kelemahan? Justru saat dia hyperactive maka fisiknya sangat kuat. Sebagai orang tua maka tugasku untuk mengarahkannya, mengajaknya olahraga dan mengajari gerakan-gerakan self defense.

Terapi Mandiri

Saat ini Saladin terapi mandiri di rumah dan alhamdulilah materi serta videonya banyak tersebar di social media. Yang panting adalah konsistensi untuk melakukannya. Jadi yang dilatih adalah keseimbangan, koordinasi tangan dan kaki, kekuatan tubuh, fokus, dll.

Pelajaran Hidup

Ada satu quote dari buku antologi yang barusan kubaca. Kurang-lebih isinya begini “kehadiran anak memberi banyak pelajaran yang membuat orang tuanya menjadi lebih baik.” Padahal buku itu sudah beberapa kali dibaca tapi setelah membaca ulang baru sadar akan quote tersebut, yang sangat pas dengan keadaan saat ini.



Ketika punya anak ADHD maka daku belajar banyak hal: gentle parenting, psikologi anak, olahraga di rumah, diet gula dan gluten, dll. Karena anak ADHD pun daku lebih sering menuliskannya di blog (dan semoga menginspirasi para pembaca). Makanya di blog Catatan Bunda Saladin niche-nya adalah parenting.

 Daku lagi menulis buku tentang anak ADHD dan kisah-kisah 'keajaiban' Saladin. Kalau sudah selesai nanti kuinfo di blog.

Akhirnya daku jadi banyak ditanya orang (baik secara langsung atau di sosial media) mengenai anak ADHD. Bahkan pernah menjadi objek penelitian bagi para mahasiswa psikologi yang mengambil tema skripsi anak ADHD. Senang sekali bisa membantu mereka.



Memiliki anak ADHD bukanlah sebuah ‘kutukan’ atau ‘hukuman’ dari-Nya. Namun daku sadar bahwa Saladin adalah hadiah terbesar dari sang kuasa. Daku jadi belajar banyak, terutama tentang arti kesabaran dan kasih-sayang.


Minggu, 31 Mei 2026

A Day in My Life: Pizza Gosong

 

Siapa suka makan pizza? Nah kali ini daku mau cerita ‘a day in my life’ pada tanggal 30 Mei 2026. Hari yang lucu, seru, sekaligus capek tapi senang banget. Karena kala itu daku dan Saladin mudik alias ke rumah ortuku yang hanya selemparan botol (karena jaraknya sekitar 3 kilometer aja).

Hampir jam 10 pagi kami baru berangkat naik taksi online karena kudu nyiapin isi dapur dan beberes dulu. Untung perjalanan hanya butuh 10 menit. Saladin selalu excited ketika mudik karena berarti dia bisa pinjam PC milik omnya (adik bungsuku – yang barusan berangkat merantau). BTW Saladin ‘pemegang tahta’ tertinggi di keluargaku karena dia anak pertama, cucu pertama, keponakan pertama, cicit pertama.



Ketika baru sampai rumah ortu, daku langsung menaruh tas dan bawaan lain (memang sengaja bawa masakan – kentang dan daging bumbu kari – mau dijadikan isian samosa). Lalu apa yang terjadi?

Papaku langsung request untuk bikin pizza! Haaah, masaknya kan lama? Tapi baiklah, demi menyenangkan ortu maka daku segera cuss ke toko dan minimarket untuk beli terigu protein tinggi, susu, ragi instan, saus, keju, dll. FYI mamaku dulu pernah jualan pizza jadi masih ada Loyang-loyang bekas jualan di dapur.

Kehebohan di Dapur

            Setelah bahannya lengkap maka daku segera menghangatkan susu, mencampurnya dengan ragi, lalu diaduk. Tapi kok tidak berbuih? Habis itu cek di Google, ternyata lupa tidak ada gulanya, makane ragi tidak mengembang! Segera dikasih gula dan susu dihangatkan lagi, lalu dibiarkan sampai berbuih.

            Sambil menunggu ragi maka mari bikin samosa dulu. Daku tuh kalau beli samosa mesti kepedesen, makanya bikin versi sendiri yang tidak pedas. Dengan bumbu kari (kare ala Jawa- dan syukurlah harganya murah), lebih cocok di lidah. Kulit pangsit diisi campuran kentang dan daging kari lalu direkatkan dan dibentuk segitiga.



            Saat menggoreng samosa juga harus hati-hati, jangan sampai gosong! Untung jadinya kecokelatan dan cantik. Kemarin daku sudah bikin tapi hari itu bikin lagi karena khusus menyenangkan Ocha (adikku yang nomer 2) biar dia bisa makan juga.

            Bagaimana dengan pizzanya? Cerita lengkap-e di bawah….

Pizza yang Gosong

            Campuran susu, gula, dan ragi sudah mengembang, lalu dikasih sebutir telur. Karena tidak ada margarin maka diberi minyak goreng saja. Lantas terigu dituang dengan campuran tersebut tapi….

Lupa tidak dikasih garam! Untung adonan masih ada di baskom jadi bisa disusulkan. Ini pakai resep no knead jadi tidak usah diuleni.

Mari kita tunggu proofing adonan sambil melipat kulit pangsit lagi. Ada kelebihan kulit pangsit, simpan saja di freezer. BTW bisa lho pakai kulit lumpia (yang dibagi 2 dan dilipat jadi segitiga).



Habis itu apa bisa leha-leha? Tentu tidak, pemirsa! Daging sapi rebus dicincang dan dibumbui dengan saus spaghetti, bawang putih, dan sedikit garam. Ini juga bisa buat campuran spaghetti.

Setelah adonan pizza mengembang, dibagi 2 lalu dimasukkan ke Loyang. Adonannya lembek jadi tidak usah digilas. Tinggal diberi topping lalu dipanggang (oven dipanaskan dulu). Mana pakai adegan kesetrum karena kabel sudah dicolokin tapi daku memindahkan rak portable di oven dengan tangan kosong. Tapi…



Setelah 35 menit, pizzanya GOSONG! Pakai oven listrik punya adik, ternyata panas buanget kalau loyangnya ada di rak paling atas. Sementara pizza yang dipanggang di rak oven paling bawah Alhamdulillah aman. Tapi lengket, padahal sudah dioles minyak!



Walau ada tragedy gosong, papa tetap menghibur dan bilang kalau pizza gosong tetap akan dimakan. Untung yang hitam Cuma bagian pinggir dan rasa daging serta kejunya masih kerasa. Walau agak nyesek ya mengingat harga bahan mentahnya yang lumayan.

Read: Cooking Class: Belajar Bikin Pizza

Well, sepertinya daku error gini karena terlalu lelah, memasak marathon dari hari rabu sampai sabtu. Tapi tidak apa-apa, membahagiakan keluarga kecilku dan kedua ortu (serta adik) lewat makanan enak. Bagaimana libur ldul Adha klean semua?

 

 

 

Selasa, 26 Mei 2026

Senangnya Belanja di Warung Sayur Segar Sawojajar 2

 

Siapa nih yang suka belanja bahan mentah tiap hari? Daku meniru mama yang tiap pagi beli sayuran segar (padahal di rumah beliau ada kulkas). Ritual shopping sangat menyenangkan dan melihat warna-warni sayuran membuat mood jadi naik.



Nah, dua hari ini daku belanja di Warung Sayur Segar yang baru buka akhir Mei 2026. Lokasinya di dekat Indomaret Kapi Sraba, Sawojajar 2, Kabupaten Malang. Klean cek aja di Google Maps dan sudah sesuai dengan titik.

Sayuran yang Murah Meriah

Beberapa hari lalu daku melihat banner pengumuman launching Warung Sayur Segar di dekat Pasar Krempyeng. Namun baru tanggal 25 Mei daku belanja ke sana (begitu juga dengan keesokan paginya). Karena berjudul ‘Warung sayur’ maka daku langsung melihat-lihat rak sayur dan kaget banget karena….



Murah banget! Ada kangkung, bayam, sawi, dan aneka sayuran lain yang harganya mulai dari 1.500 rupiah saja per ikat. Selain itu juga ada sayur lain seperti kecambah, dan itupun ada berbagai jenis (kecambah untuk ditumis, kecambah pelengkap rawon, dll). 



Semuanya segar dan dalam keadaan prima.

Aneka Perdagingan

            Selain sayur, juga ada daging ayam (bisa milih bagian paha, sayap, dll) yang bisa ditaruh di plastic dan ditimbang, baru dibawa ke kasir. Enaknya sistem belanja seperti ini adalah kita bisa beli dalam jumlah sedikit saja (misalnya hanya 500 gram). Ayam ditaruh di lemari pendingin sehingga dijamin kesegarannya.



            Selain ayam juga ada beef, aneka ikan (pindang, bandeng, lele, dll). Sama seperti ayam, mereka juga disimpan di lemari pendingin. Jadi lebih bersih dan fresh.

Tahu, Tempe, Telur alias Triple T

Menu wajib yang ada di tiap rumah adalah triple T alias tahu, tempe, telorrrr. Ada telur yang bisa ditimbang sendiri sebelum dibawa ke kasir. Tempe juga dipajang dalam berbagai ukuran. Tahu juga bisa milih, mau tahu putih atau tahu sutra? Daku beli tahu putih dengan harga 3.500 dan kualitasnya bagus.

Frozen Food juga Ada

Yang paling bikin ngiler adalah frozen food-nya. Mulai dari aneka nugget, sosis, risoles dan sosis solo, sampai kentang goreng juga ada.



 Bahkan ada roti bun (rotinya burger itu lhoo), jadi idul adha nanti klean bisa bikin burger ala ala dengan isian beef patty homemade.

Saus yang Menggugah Selera

Bagi klean yang suka masak pasti betah belanja di Warung Sayur Segar Sawojajar 2 karena ada berbagai saus. Mulai dari saus tomat, saus sambal, saus spaghetti, tiram, bulgogi, bahkan saus keju juga ada. 



Ada juga tepung bumbu, tepung bakwan, dll. Selain itu ada berbagai merk kecap dengan berbagai ukuran (yang sachet kecil juga ada). Beneran bikin kalap pengen beli semuaaa.

Begitu Lengkap

            Sepertinya Warung Sayur Segar mengusung one stop shoping karena selain jual sayuran dan perdagingan, juga ada mie instan, minuman dingin, kopi dan teh sachet, bahkan beras juga ada. Mau beli aneka buah juga ada (dipajang di bagian depan). Bahkan daku lihat ada bumbu seperti kecombrang dan andaliman.



            Klean tahu andaliman? Itu bumbu khas Batak. Tapi zuzurr daku belum pernah masak atau merasakan andaliman. Nah, klean bisa baca tentang Lapo Batak Halal di blog Kak Fanny Dcatqueen.

Pelayanan Ramah

Saat masuk ke Warung Sayur Segar, semua pengunjung langsung disambut ramah. Tak hanya oleh kasir tapi juga oleh seluruh karyawan. Happy banget karena bikin positive vibe. Bahkan daku belanja habisnya tidak sampai 50.000 rupiah tapi dilayani dengan sangat baik oleh kasir.

Jam Buka

Jam buka Warung Sayur Segar adalah pukul 5 pagi. Jadi habis subuhan bisa langsung belanja ke sana dan cepat-cepat masak sarapan. Sementara tutupnya malam, dan klean yang baru pulang kerja juga bisa mampir untuk belanja.



Senangnya shopping di Warung Sayur Segar Sawojajar 2 yang lengkap, bersih, dan pelayanan juga ramah. Harga juga terjangkau sehingga sesuai dengan budget klean. Nah, habis belanja, mau masak apa enaknya?

Minggu, 24 Mei 2026

Mengapa Mereka Terlalu Mudah Memanggil Anak dengan Sebutan Nakal?

 

Siapa yang suka menonton serial Masha and the Bear? Ini adalah cerita kesukaan Saladin sejak dia masih balita (sampai sekarang). Masha adalah gadis kecil di Rusia yang tinggal di hutan, bersama beruang dan teman-teman binatang lain. Masalahnya, dia sering disebut ‘nakal’.

Masha kecil dibilang bandel karena sangat aktif (suka berlari dan mengeksplorasi hutan sendirian). Dia juga beberapa kali kena masalah karena merusak suatu barang (milik beruang). Padahal maksud awalnya baik, karena Masha berusaha untuk membantu dan memperbaiki barang tersebut. Akan tetapi karena belum punya skill teknikal, barangnya jadi tambah rusak.



Dari cerita Masha daku jadi bertanya-tanya, mengapa ada orang yang terlalu mudah untuk memanggil anak dengan sebutan ‘nakal’ padahal sebenarnya dia hanya aktif dan lincah? Memangnya anak baik itu seperti apa? Bukannya nakal itu kalau melanggar peraturan seperti bolos sekolah, atau yang lebih parah, mencuri barang milik orang lain?

Standar Anak Baik yang Anteng dan Mudah Diatur

Kita kembali ke era sebelum tahun 2000. Kala itu, banyak guru yang berharap murid-muridnya anteng (kalem) sehingga beliau mudah mengajar. Bahkan daku masih ingat dulu ada kuis konyol alias tantangan anteng-antengan. Jadi murid yang paling bisa diam yang boleh pulang duluan.

Bisa jadi yang mengecap anak lain itu bandel adalah produk dari pembelajaran ‘anteng’ tersebut. Standar anak baik adalah yang kalem, tak banyak tingkah, pendiam, dan mudah diatur. Makin anteng makin baik dan dicap sebagai anak hebat.



Padahal mereka lupa kalau anak itu manusia, bukan robot yang bisa disetel sesuka hati. Standarisasi di era sebelum tahun 2000 ini memusingkan karena anak yang lincah sedikit saja langsung dibilang nakal. Mereka belum paham kalau manusia memiliki berbagai karakter, ada yang cerewet, penuh rasa ingin tahu, suka bergerak dan memanjat, dan karena hal-hal itu dia malah disebut bandel, aduh!

Hanya Terlalu Lelah

Ada pihak yang mengecap anak nakal karena apaa? Karena dia ketiban pulung alias setengah terpaksa jadi baby sitter dadakan (dan tidak dibayar). 



Dia kecapekan mengejar anak yang sedang lincah-lincahnya dan memang usianya sudah hampir lansia. Karena lelah akhirnya itu bocah dipanggil nakal dan enggak mau diam.

Perbedaan Zaman

Memang anak harus dididik sesuai dengan zamannya dan tidak bisa sembarang dititipkan (ke pengasuh yang usianya jauh lebih tua). Penyebabnya karena perbedaan usia yang terlalu banyak. Ketika era sudah berubah maka standar ‘anak baik’ juga telah berubah. Kalaupun terpaksa anak dititip ke nenek/kakek, pastikan ada baby sitter, sehingga mereka tinggal mengawasi tanpa harus menggendong/mengganti popok.



Zaman sudah berubah dengan begitu cepat. Kita tidak berada di era ‘harus seragam pemikirannya’ atau ‘kudu anteng dan sediam emas’. Namun di masa teknologi informasi, memiliki anak yang lincah, dan penuh rasa ingin tahu, adalah hal yang sangat wajar. Jangan sedikit-sedikit dicap nakal karena dia sangat aktif (selama tidak membahayakan diri sendiri).

Mengobati Luka Hati Anak yang Dicap Nakal

Lantas bagaimana mengobati luka hati anak yang sudah terlanjur dicap nakal oleh orang tuanya? Sebelum tidur dan sesaat setelah bangun adalah masa yang paling tepat untuk membisikkan sugesti positif. Jadi anak akan yakin bahwa yang dia lakukan itu tidak apa-apa dan dia bukan anak nakal. Pastikan juga dia dipanggil dengan sebutan ‘anak baik’ atau julukan positif lainnya.



Mengasuh anak memang butuh kesabaran seluassss samudraaa dan melihat reaksi orang lain terhadap anak kita juga kudu tebal kuping. Jangan malah emosi dan senggol batjok ketika anak dibilang nakal oleh mereka. Namun pastikan anak akan percaya bahwa dia adalah anak baik dan cerdas, serta tentu saja diarahkan agar kekuatan fisiknya digunakan untuk membantu sesama,

Rabu, 20 Mei 2026

Pelajaran Parenting dari Masha and the Bear

 Beruaaang!

Gadis kecil berbaju merah muda itu tersenyum dan seekor beruang warna coklat berdiri di sebelanya. BTW, siapa yang masih suka nonton animasi Masha and the Bear? Sejak Saladin masih TK sampai sekarang (kelas 7), dia selalu happy lihat kelucuan Masha dan kesabaran beruang.



Masha and the bear bukan sekadar serial animasi biasa. Tapi sebenarnya ada beberapa pelajaran parenting yang bisa kita pelajari. Apa saja??


Masha Lincah, Bukan Nakal


Banyak yang bilang Masha itu bandel, nakal, dan sebaliknya. Tapi bagiku (yang sudah menonton lebih dari 100 episode Masha and the bear- versi Rusia, English, dan Indonesia), gadis kecil itu hanya aktif luar biasa, bukan nakal. Kok bisa?



Contohnya ketika penguin datang mengunjungi beruang, naik pesawat terbang kecil. Karena pesawatnya nyusruk dan rusak, Masha berinisiatif untuk membetulkannya. Tapi karena dia belum paham mesin, hasilnya malah berantakan. Walau pesawat bisa terbang lagi tapi hampir semua onderdil lepas, ngerii (untung ini Cuma cerita fiksi).



Di episode-episode lain diperlihatkan tingkah Masha yang ada-ada saja, lari ke sana sini, memanjat pohon, tomboy banget dah! Kalau lihat anak lincah sebenarnya normal-normal saja, kan? Karena manusia bisa bergerak, bukan pohon yang diam saja!


Kesabaran Beruang 



Salah satu yang bikin kagum adalah kesabaran beruang dalam menghadapi dan mengasuh Masha. Doi jarang marah dan gak pernah main tangan. Paling menghukum Masha dengan disetrap di pojok, itupun Cuma sebentar. Beruang aja bisa sabar apalagi manusia.


Memiliki Hewan Peliharaan


Yang bagus di serial Masha and the Bear adalah kedekatan doski dengan para binatang. Selain beruang ada kambing, babi, anjing, kelinci, tupai, dll. 



Jadiii anak tuh lebih baik punya hewan piaraan, bisa berupa kucing, ikan, dll (as long as bukan yang serem kayak snake). Karena hatinya akan makin lembut dan welas asih.


Memberikan Fasilitas untuk Mendukung Anak


Ada episode ketika Masha belajar main piano di rumah beruang, atau melukis dan berkreasi. Jadi orang tua tuh jangan hanya membelikan kue dan baju. Tapi juga seharusnya menyediakan fasilitas untuk mendukung bakat anak. Misalnya ketika dia suka mewarnai ya dibelikan buku mewarnai dan krayon, atau saat dia suka olahraga ya diajak bersepeda dan berenang.



Sebagai orang tua, kita bisa belajar parenting dari mana saja, termasuk dari animasi seperti Masha dan beruang. Betapa beruang begitu sabarrr menghadapi tingkah dan polah Masha. Jangan juga terlalu cepat men-judge suatu anak nakal karena bisa jadi dia itu lincah seperti si Masha.


Minggu, 17 Mei 2026

Tulisanku Macet, Tolong!

 

Kata-kata itu sudah ada di otak tapi tak kunjung keluar. Sementara tulisan baru setengah jadi. Butir-butir keringat berhamburan. Aduh, tulisanku macet! Bagaimana ini?

Klean pernah merasakannya? Ketika ingin sekali membuat artikel, opini, cerpen, atau satu bab novel, malah mengalami stuck. Rasanya gemas banget, di satu sisi ingin pekerjaan cepat selesai. Namun di sisi lain inspirasi menghilang. Bagaikan mobil yang kehilangan bensin. Lantas apa saja cara untuk mengatasinya?



Tenang duluu, Bunda Saladin akan mengajari klean cara agar tidak panik dan bisa melanjutkan lagi acara menulis. Berkarya memang menyenangkan tapi jangan sampai dibuat beban yaa, jadi yang paling penting adalah ketenangan hati.

Baca Buku dan Riset

Bisa jadi tulisan macet karena otak kehabisan bahan bakar alias kurang membaca. Syarat untuk lanca menulis adalah rajin membaca, bukan? Nah, yang dibaca juga tidak hanya buku (fiksi dan non fiksi). Tapi juga artikel di Koran online, majalah wanita, dll.



Riset juga penting banget agar tidak macet tulisannya, atau malah ngawur. Meskipun yang ditulis itu cerita fantasi (dan bikin world building sendiri) tapi juga perlu riset. Jangan sampai klean malah diketawain pembaca karena bikin cerita pendekar naik naga tapi malah takut ketinggian.

Minum Dulu

Dulu daku pernah nonton podcast dan narasumbernya cerita kalau beliau harus menyetok banyak kopi di kantor, sebagai amunisi sebelum menulis. Nah, kalau memang susah untuk melanjutkan tulisan, coba minum dulu deh. Tidak harus kopi, bisa the atau air mineral. Tapii hati-hati menaruh gelasnya (jangan sampai ada tragedy air tumpah ke laptop).

Nonton Film

Siapa yang movie goers? Menonton film memang seru yaa dan sekarang juga gampang karena bisa via aplikasi (tidak harus ke bioskop seperti dulu). Kalau memang tulisan sedang macet ya coba nonton dulu (di gadget), untuk membuat otak rileks sekaligus memancing ide baru. Kalau habis nonton ya sekalian bikin review-nya (biar engagak lupa ceritanya).

Stretching

Kadang kita tuh kelamaan menulis di laptop sampai punggung dan boyok pegel lalu lupa olahraga. Padahal stretching bikin sehat dan memperbaiki postur tubuh. 



Coba deh di sela-sela menulis, peregangan badan dulu. Kalau bingung gerakannya bagaimana ya tinggal lihat di Youtube saja.

Jalan-jalan

Siapa nih yang suka jalan-jalan? BTW traveling tak harus jauh (misalnya ke luar negeri). Main ke taman kota atau melipir sejenak ke pantai juga sudah jalan-jalan, lho!

Jalan-jalan penting banget karena bisa bikin otak rileks. Otomatis ketika sudah rileks dan bahagia, ada lagi ide yang muncul. Habis traveling, mengumpulkan foto-foto, lalu menulis pengalamannya di blog. Nikmatnya hidup, asyik berattt!

Tinggalkan Sejenak

Bagaimana jika klean sudah melakukan berbagai cara di atas tapi masih gagal? Tenang, karena tulisan tidak harus selesai saat itu juga kan? (kecuali kalau sudah dekat deadline). Kalau misalnya belum ada tenggat waktu selesai yang ketat ya ditinggal saja.



Lho kok malah ditinggal? Iyaa, daripada stress lalu malah muak dan trauma menulis. Matikan laptop atau tinggalkan HP (kalau mengetiknya lewat ponsel). Cuci muka lalu baca doa dan tidur siang.

Tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai tapi jangan terlalu memaksakan diri. Justru dengan memberi jeda maka klean bisa bernapas sejenak, dan nantinya akan bisa lebih produktif lagi. Tapi tentu jangan lama-lama (misalnya sampai sebulan mutung kagak nulis), itu mah kelamaan dan keburu topic pembahasan di blogpost basi.

Selasa, 05 Mei 2026

Kena Writer’s Block, Tolong!

 

Layar laptop berpendar selama berjam-jam tapi tidak ada satu kata pun di sana. Satu huruf pun tidak ada. Bagaimana ini, padahal sudah ingin menulis tapi malah buntu! Tolong, aku kena writer’s block! Tidaaaak!



Kondisi ini sangat wajar apalagi jika kegiatan klean sangat padat atau otak di-push untuk menulis banyak dan tiap hari deadline-nya ketat. Maunya berkreasi tapi malah tiada inspirasi. Sudah baca berlembar-lembar buku tapi nihil, bagaimana solusinya?

Jalan Kaki

Siapa yang suka jalan pagi? Beberapa bulan ini daku lagi demen jalan pagi, baru 1,5 kilometer sih, tapi lumayan untuk pemula. Manfaat jalan pagi selain bisa mendapatkan vitamin D (dari sinar matahari) juga bikin otak rileks. Akhirnya ide-ide keluar dan tidak writer’s block lagi.

Pindah Tempat Menulis

Biasanya orang yang dominan otak kanan lebih mudah bosan akan rutinitas. Kalau penulis (yang rata-rata pakai otak kanan) bagaimana? Ya bisa dengan pindah tempat menulis. Capek mengetik di ruang tengah, pindah ke teras, ke kamar, atau dapur.

Read: Membaca di Perpustakaan Umum Kota Malang

Daku biasanya pindah tempat menulis di Perpustakaan Umum Kota Malang yang memang berisi banyak buku, tempatnya bersih dan adem, serta gratis



Kalau yang enggak di Malang? Caranya cari perpustakaan pemerintah di daerah klean sendiri. Atau pindah menulis di kafe tapi pastikan di jam sepi (misalnya pas baru buka) biar enggak terlalu berisik.

Melakukan Hobi Lain

Katanya sih manusia harus punya minimal 2 hobi. Pertama yang bisa menghasilkan cuan. Kedua hobi yang bikin perasaan bahagia dan otak rileks.



Nah, karena daku sudah menjadikan menulis sebagai hobi yang menghasilkan uang, maka butuh hobi lain. Misalnya memasak, bikin kue, dan menggambar. Kalau sudah stuck menulis ya berkreasi di bidang lain, hati senang, ide lancar.

Makan Enak

Happy tummy happy writer. Coba deh pancing mood menulis dengan makan enak. Bisa dengan pesan makanan online atau eksperimen resep sendiri di rumah. 



Setelah kenyang lalu menulis? Bisa jadi ngantuk malah, wkwkkw. Makanya banyak penulis yang nyetok kopi buat teman berkarya.

Mandi

Mandi pagi sudah biasa. Hayo, siapa yang mandinya masih kesiangan? Jangan diulangi ya, cantik / ganteng kok malas mandi dan bau badan?

Jika memang sedang writer’s block maka segera mandi, keramas, dan rasakan bedanya. Badan segar, wangi, hati pun senang. Menulis insya Allah jadi lancar.

Tidur

Lho, kok malah tidur? Klean perlu tahu ya walau ‘hanya’ menulis tapi juga membuat otak lelah. Jangan paksakan untuk begadang (jika memang tidak ada deadline ketat). Lebih baik tidur sebentar habis isya’ lalu bangun sebelum fajar untuk menulis. Rasakan deh, setelah tidur, mood menulis bisa balik lagi.

Tidak Menulis

Tidak ada salahnya ambil libur menulis. Bahkan ketika dulu daku kerja sebagai penulis artikel dan opini di sebuah media online, ada hari liburnya juga kok (biasanya Minggu). Tidak menulis bukanlah dosa (jika memang tak ada deadline ketat).



Manfaatkan jeda nulis dengan melakukan hal lain, yang mungkin sudah lama tidak dilakukan. Misalnya siram-siram tanaman, deep cleaning dapur, decluttering rumah, dll. BTW ada salah satu penulis yang cerita kalau doski dapat inspirasi cerpen setelah melihat stoples garam dan gula di dapur. Nah kan, bebersih dapur juga bisa menjaring ide baru.

Kalau sedang writer’s block jangan galau gundah merana dan akhirnya makan 2 porsi nasi bungkus sebagai pelampiasan (nanti obesitas). Sebenarnya otak bisa dimanipulasi agar bisa produktif lagi. Tapi kalau sudah benar-benar lelah, jangan dipaksakan, tidak ada salahnya mengambil libur lalu jalan-jalan, atau puas-puasin tidur siang.

Klean ada yang pernah kena writer’s block?