Senin, 22 Juni 2026

A Day in My Life: Rapotan Anak ADHD yang Dar-Der-Dor

 

Kembali lagi ke cerita a day in my life episode kesekian. Kali ini daku mau berkisah tentang rapotan Saladin, tanggal 20 Juni 2026. Lokasi di kantor PKBM dan acaranya istimewa karena tidak hanya melihat nilai selama semester 2. Namun juga ada pertunjukan drama musikal dan live cooking.

Haah, memasak? Iyaa, ada proyek akhir semester berupa memasak berkelompok dan bahannya pisang. Saladin dan teman-temannya akan bikin “pisang barongko”, snack khas Makassar. Dia bertugas bawa balloon whisk dan pisau (dan memang bapaknya Saladin kan pande besi, jadi pas banget, sekalian lah dibuatkan pisau baru).

                                                     Saladin

Kembali ke cerita rapotan. Habis subuh tiba-tiba ada dar-der-dor bagian pertama: bapaknya Saladin bilang kalau ada acara mendadak ke luar kota. Baiklaah, kami naik taksi online saja kalau gitu (karena lokasi kantor PKBM sekitar 5 KM dari rumah).

Setelah siap-siap tapi masih saja molor (jangan ditiru). Untung dapat taksi online dengan segera, dan kami datang di sana jam 8:19 pagi (padahal undangan jam 8 pagi). Alhamdulillah ternyata acara baru dimulai. Tapi….

Saladin Kumat

            Tapi Saladin malah naik ke berbagai permainan. Yaa, ini kantor PKBM yang masih satu yayasan sekolah alam, dan ada TK-nya. Jadi dia main di terowongan besi, panjat-panjatan, dll. Boleh lah main sebentar buat pemanasan, lalu dia kuajak untuk turun, karena acara rapotan di kebun belakang sekolah. 




 

Kami berjalan beberapa meter, lalu setelah menaruh pisau dan balloon whisk ke meja tempat lokasi masak, ternyata Saladin malah naik ke gazebo bertingkat! Jadi di sekolah alam (SD) memang belajarnya di gazebo. Aduh, bukannya berkelompok lalu bikin pisang barongko, malah kabur begini.

                                   barongko pisang

Untung saja ada dispensasi dari bu guru. Tapi lelah juga karena daku jadi naik dan turun gazebo, beneran takut karena tangganya terbuat dari kayu (saat itu daku pakai gamis). Lalu Saladin malah pindah ke mainan lingkaran hamster dan ndeprok di sana.


Daku akhirnya masuk ke kantor PKBM untuk mendengarkan penjelasan dari para guru. Lalu acara selanjutnya adalah drama musikal yang ternyata diadakan di bagian luar. Habis itu kami dipersilakan makan snack pisang yang dibuat oleh anak-anak. Tapi di mana Saladin?

                                                Saladin

Ternyata dia lari ke gedung bagian depan. Jadii PKBM ini kantornya satu kompleks dengan TK (seperti yang sudah kuceritakan tadi). Saladin ke gedung itu, naik tangga, dan dia ingat karena pernah diajak ke sana (waktu baru daftar kejar paket B). Segera kususul, beneran takut dia nekat jalan kaki sendiri ke rumah mbahnya (mertuaku) karena sudah hafal rutenya.

Acara inti adalah menerima rapor dan alhamdulillah Saladin naik kelas. Beneran daku takut dia tidak naik kelas (karena di kelas 7 banyak merajuknya). Walau nilainya rata-rata, tidak apa-apalah. Semoga di kelas 8 lebih baik lagi hasilnya.

Blessing in Disguise

Setelah rapotan akhirnya kami jalan kaki sekitar 1 KM, menuju rumah mertua. Ibu mertua kaget banget, kok kemringet? Kok enggak naik ojek saja? Memangnya tidak ada aplikasinya?

Daku bilang, “Dekat kok Bu!”. Alhamdulillah Saladin juga enjoy aja berjalan kaki walau panas-panasan, jam 12 siang. Akhirnya kami dipersilakan makan dengan menu nasi rawon yang enaaak (dan mertua memang jago masak, beliau pernah buka warung nasi). Setelah makan lalu selonjoran dan nonton TV, Alhamdulillah lagi ada film india.



Jam 2 siang daku mau pamitan tapi buka HP dulu lalu ada tetangga yang mengabari kalau di perumahan listrik mati! Enggak jadi balik lah, wkwkkw. Benar-benar blessing in disguise. Berlama-lama di rumah mertua, terselamatkan dari tragedy listrik mati.

Blessing in disguise terjadi lagi karena sorenya hujan deraaas. Coba kalau seperti rencana awal: diantar dan dijemput suami naik motor, bisa kehujanan di jalan. Namun karena naik taksi online jadi aman dan selamat sampai rumah, sekitar jam 18:00.

Read: Rapotan Semester 1 Kelas 7

Disayang Mertua

Benar-benar bersyukur walau ada dar-der-dor hari itu, daku merasakan kasih-sayang mertua. Habis makan rawon malah diminta untuk tidur siang. Tidak pernah tuh daku disuruh ngepel, nyapu, dll.

                                          Saladin dan mbah utinya (mertuaku)

Mertua juga belikan telur agar Saladin mau makan nasi goreng telur (walau akhirnya Cuma dimakan 3 SDM). Beliau yang menenangkanku ketika mau ngamuk, karena Saladin ogah-ogahan makan, dan dia disuruh mengisi baterai HP malah tidak mau.  Benar-benar rezeki punya ibu mertua baik hati.

Banyak Rezeki

Setelah dar-der-dor muncul rezeki beruntun, pertama hidangan makan siang di kantor PKBM, berupa nasi, tempe goreng, telur dadar, dan sop ayam. Padahal perut masih agak kenyang makan barongko, jadi ambil nasi dikit aja lah. Eh habis itu malah makan rawon di rumah mertua. Masih disuruh makan kolak lagi, gimana enggak chubby akutuu wkwkwk.



Ketika kami mau pulang, ibu mertua bawakan oleh-oleh 2 kresek isi pisang dan singkong. Banyak bangeeet, untung pulang naik taksi online jadi enggak bingung bawanya. Tapi ada drama juga karena 2 kali di-cancel oleh driver.

Akhirnya kami dapat driver dan Alhamdulillah beliau baik banget. Saladin yang mewek karena baterai HP mau habis, malah dipinjami charger HP yang ada di mobil. Beliau juga menyetel lagu-lagu top 40 mulai dari lagunya Backstreet Boys sampai Bruno Mars. Berasa naik carpool karaoke hahahaa.

Sampai rumah, baru 10 menit, ternyata bapaknya Saladin datang. Alhamdulillah dapat rezeki lagi karena beliau ngasih 2 botol minuman kemasan dan 2 macam snack. Horeee! Benar-benar dar-der-dor tapi penuh keberuntungan. Sama seperti motto-ku: every single day is my lucky day.

Jumat, 19 Juni 2026

Review Film GTO Revival, Kembalinya Onizuka Sensei

 

Siapa suka nonton film Jepang? Nah sebenarnya daku jarang nonton film Jepang, tapi kali ini nonton karena pemeran utamanya adalah Takashi Sorimachi (daku sudah ngefans sejak dulu doi main di series Beach Boys). Serunya karena kali ini doi berperan sebagai sensei alias guru!

Ini adalah lanjutan dari GTO (Great Teacher Onizuka) yang pernah ada series dan filmnya. Nah di film GTO Revival yang rilis tahun 2024, Onizuka datang sebagai…kurir makanan! Lhoo?



Tapi doi dimohon (oleh salah satu mantan muridnya) untuk jadi guru di sebuah SMA. Tidak hanya mengajar, Onizuka juga diminta untuk menyelidiki kasus yang ada di sekolah tersebut. Waduh, ada apa denganmu? Eh maksudnya ada apa sampai Onizuka harus turun tangan?

Kembali Mengajar

Seperti biasa, Onizuka mengajar dengan gaya slengekan tapi friendly. Yang menyambut baik malah murid-murid cewek dan menganggapnya cakep plus charming (padahal usianya sudah 40+ tahun, BTW). Malah doi diajak untuk joget dan tiktokan!



Tapi Onizuka sensei sempat diragukan oleh guru-guru lain. Apalagi kepala sekolah bertingkah aneh. Malah sebenarnya kepsek yang asli (yang sebelumnya) sedang terbaring sakit. Apa ada hubungannya dengan kasus di sekolah tersebut?

Read: Review Drama Jepang Beach Boys

Penyelidikan di Sekolah

Ada satu murid laki-laki yang mencurigakan tapi dia dibela oleh guru lain. Katanya dia hanya frustrasi karena sebelumnya masuk ke SMA tersebut dengan beasiswa baseball. Namun penyelidikan masih stuck.

Kasusnya adalah cyber bullying dan pelaku meng-upload video dan memakai topeng. Dia memperkenalkan diri sebagai judge or laugh dan ingin memberantas kejahatan (dengan caranya sendiri). Semua murid jadi saling mencurigai.



Belum selesai penyelidikan dilakukan oleh Onizuka sensei, dia malah mengintip guru yang sedang pacaran di sekolah, aduh! Lalu ada lagi murid cewek yang ketahuan jadi sugar baby. Alasannya bukan untuk gaya hidup hedon, tapi agar mendapatkan banyak like dan perhatian di media social, astagaaaa!

Siapakah sosok di balik topeng judge or laugh? Kasus cyber bullying memang jadi barang ‘baru’ bagi Onizuka (yang sekarang sudah ‘tua’. Tapi doi tetap menyelidiki dengan cermat. Para penonton jadi menebak-nebak siapa pelaku sebenarnya, sambil ngakak melihat tingkah konyol si Onizuka.

Rabu, 17 Juni 2026

Ketika Ibu Tak Tahu Apa yang Dia Inginkan Karena Terbiasa Tidak Diutamakan

 

One day daku membuka akun social media. Ada satu utas yang menarik, isinya adalah sebuah pertanyaan: Jika kamu (seorang ibu) diberi uang 100.000 rupiah, apa yang akan dibeli? Syaratnya harus dihabiskan sendiri, tidak digunakan untuk keperluan anak / keluarga.

            Jawabannya sangat beragam dan bikin kaget bangeeet. Ada yang ingin makan jajanan tertentu. Ada yang mau ngebakso tapi sambil bawa anak. Ada juga yang terang-terangan ingin beli pakaian dalam, karena yang lama sudah jelek dan hampir rusak.



Astagaa, banyak yang trenyuh karena kebutuhan pokok manusia seperti sandang (underwear) bahkan tidak mampu dibeli oleh seorang ibu. Saking mereka terlalu mengutamakan keluarga. Jadi uangnya untuk kebutuhan sehari-hari dst.

Memangnya Tidak Bekerja?

Lantas muncul satu pertanyaan lagi dari netizen, memangnya sang ibu tidak bekerja? Kok uang untuk jajan saja tidak punya? Halooo, tidak semua rumah tangga sama ya! Ada wanita yang memang jadi IRT karena tak punya support system (tidak ada yang dititipi anak / daycare mahal).

Ada juga ibu yang working mom tapi gajinya mepet UMR. Jadi uang yang didapat hanya ‘numpang lewat’ karena memang kebutuhannya banyak. Di tempat lain, ada pula wanita yang bekerja tapi jadi sandwich generation alias membiayai orang tuanya.

Mengutamakan Keluarga

            Yang daku pikirkan adalah ketika ibu diberi rezeki dadakan dan disuruh jajan, tapi kok malah dibuat makan bersama anak-anak? Ternyata ini karena sejak dulu seolah-olah ada tuntutan ibu adalah makhluk yang selalu mengalah. Keluarga adalah yang utama (sampai ibu setengah menderita karena beli jajan aja susah). Aduh!

Tuntutan sosial seperti ini ngeri banget sih. Padahal jajan dan me time adalah sebuah hak ibu yang harus diberikan. Mengapa ada yang kejam dan menyuruh seorang ibu untuk terus mengalah, sampai seolah-olah me time itu terlarang?

Me Time Itu Gini Lho

Sungguh daku tak habis pikir kenapa ada yang berpendapat kalau me time itu egois. Ketika seorang ibu hanya ngopi seminggu sekali, dicela berhari-hari. Padahal di balik peristiwa itu dia sudah berusaha keras untuk mengasuh anak, merapikan rumah (tanpa asisten rumah tangga), dll.

Ada juga yang salah kaprah dan bilang kalau me time versinya adalah bisa menyeterika, mencuci, dll dengan tenang. Penyebabnya karena si anak (yang masih kecil) dijaga oleh ayahnya. Padahal me time tidak seperti itu. Kegiatan ini harus dilakukan sendirian dan dalam keadaan rileks, bukan sambil beberes.

Ketika ibu me time maka dia melakukan keinginannya sendiri. Sesederhana bisa belanja di minimarket tanpa digelandoti anak dan menikmati waktu bebas. Atau ngeteh dan makan kue dengan tenang, bisa dilakukan di teras rumah, di kafe, atau tempat lain.

Korban Patriarki

            Setelah riset ke beberapa sumber maka daku menemukan fakta bahwa wanita yang terlalu sering mengalah itu karena dia terjebak dalam tuntutan social. Kemudian ibu yang mengutamakan orang lain itu adalah korban patriarki. Karena disuruh untuk selalu mengutamakan suami (dan biasanya anak laki-laki).

Sedih sekali ketika di era teknologi informasi, masih ada korban-korban patriarki. Bahkan seorang netizen berpendapat agar wanita jangan terlalu banyak belanja alat rias dan skincare. Penyebabnya karena (menurut dia) percuma cantik tapi anak dan suami tidak terawat. Daku Cuma bisa bengong dong bacanya.

Read:  Ibu Harus Bahagia

Ada juga kisah korban patriarki di mana suami makan paket ayam goreng dengan lahap. Tapi istrinya makan satu paket bertiga (dengan anak-anaknya). Astaga, kok bisa ketelen itu ayam? Sudah suaminya patriarki, pelit lagi!

Belanja dan Jajan

Jadi, ladies, jangan terlalu sering mengalah dengan anggapan anak dan suami lebih butuh. Sesekali kita boleh kok beli lipstick baru, baju yang bagus, atau me time dengan beli kue favorit. Yang namanya kebutuhan rumah tangga bisa tiada habisnya, dan jangan merasa ‘berdosa’ ketika beli sesuatu untuk diri sendiri.

Jangan mau jadi korban patriarki dan sejak awal jangan mau dekat dengan cowok pelit. Amit-amit jabang baby! Wanita berhak untuk bahagia dan jangan dengarkan suara-suara sumbang di luar sana.

Selasa, 16 Juni 2026

Uniknya Dahlan dan Evolusi Media di Indonesia

Siapa yang tak kenal Pak Dahlan Iskan? Beliau pernah menjadi wartawan, boss perusahaan media nasional, dan juga menteri di era SBY. Nah, daku berkesempatan untuk baca buku “Uniknya Dahlan” yang ditulis oleh salah satu wartawan. Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi tentang kisah-kisah unik dan lucu mengenai beliau.

BTW ini data-data bukunya:

Judul   : Uniknya Dahlan

Penulis: M. Djupri

Penerbit: Noura Publishing

Editor: Rini Nurul Badaria

Tahun  : 2013



Ada banyak kisah tentang Dahlan Iskan yang unik. Salah satunya adalah ketika dikira agen Koran. Bagaimana bisa? One day, beliau datang ke kantor redaksi dan duduk di sebelah telepon, sengaja menunggu apakah ada pelanggan yang menghubungi. Benar, kala itu ada pelanggan yang protes karena korannya datang siang hari.

Pak Dahlan minta maaf berkali-kali lalu beliau langsung mengantar Koran sendiri, dengan memakai sepeda motor. Pelanggan senang, beliau lega.



Hal yang hampir sama terjadi, beliau dikira agen Koran oleh penjaga hotel, karena mengantar Koran yang memuat tentang kemenangan Persebaya (yang timnya menginap di sana). Mungkin itu kejadian lebih dari 20 tahun lalu sehingga pak penjaga tidak tahu wajah beliau (yang sebenarnya gampang dicari di google).

Kemudian, ada satu lagi kejadian ketika Pak Dahlan menggunakan istilah unik seperti ‘aministrasi” atau “tompo”. Warga desa (pada masa kecil beliau) menyebut administrasi sebagai aminitrasi, dan jangan sampai memusingkan kepala. Sedangkan tompo adalah wadah yang dipakai para pedagang di pasar untuk menyimpan uang.

Revolusi Media di Indonesia

Meski menyorot tentang Dahlan Iskan, buku Uniknya Dahlan secara tidak langsung juga menyorot tentang evolusi media di Indonesia. Pertama, dulu ketika belum ada program editing layout di komputer, maka dilayout secara manual. Pasti lebih lama dan butuh ketelitian yang lebih tinggi.



Kedua, dulu juga belum ada cetak Koran jarak jauh. Jadi Koran dicetak lalu didistribusikan di kota-kota di Indonesia. Kalau sekarang kan enak, bisa cetak dari jarak puluhan bahkan ratusan kilometer dengan memanfaatkan teknologi.

Read: Kepak Sayap Putri Prajurit, Biografi Ani Yudhoyono

Akan tetapi teknologi juga bisa jadi pisau bermata dua. Kalau dulu pebisnis mau pasang iklan ya langsung datang ke kantor redaksi. Tapi sekarang iklan bisa ditulis di akun media social atau memakai advertisement berbayar.

Koran Cetak vs Online

Koran cetak yang saat ini masih terbit juga tidak sebanyak dulu (baca: sebelum tahun 2000). Penyebabnya karena masyarakat lebih memilih untuk baca media online daripada Koran cetak. Beritanya lebih cepat dan bisa didapat dengan mudah, tinggal buka HP aja.



Di sinilah evolusi media terjadi, saat Koran cetak berubah menjadi versi online. Jika di buku, seorang agen Koran disuruh meningkatkan jumlah pelanggan. Tapi kalau media online, kru diminta untuk menaikkan jumlah viewers (karena otomatis akan menarik minat para pengiklan).

Begitu juga dengan cerita seorang penjaga kantor biro yang dimarahi, karena Pak Dahlan merasa tempat itu kotor. Jika dulu tujuan kantor dibersihkan dan dicat ulang untuk menarik banyak calon peminat iklan. Tapi sekarang yang dibersihkan dan di-SEO-kan adalah situs beritanya, bersih dari segala virus, malware, black campaign, dll.



Dunia bergerak begitu cepat, Koran cetak banyak yang berubah jadi media online. Meski daku masih suka baca Koran cetak, tapi kenyataannya peminat Koran online juga makin banyak. Saat evolusi media terjadi maka para pebisnis media juga perlu berubah menjadi lebih baik lagi.

Senin, 15 Juni 2026

Review Film Heaven is Beneath Mother’s Feet, Perjuangan untuk Naik Haji

Siapa yang ingin naik haji? Tentu seluruh umat muslim ingin menunaikan rukun islam yang ke-5 ini, kan? Begitu juga dengan Adil, seorang pemuda 35 tahun yang berkebutuhan khusus (disabilitas intelektual). Walau dia orang special tapi bertekad untuk naik haji bersama ibunya, yang sudah sangat tua.

Berawal dari ucapan sang ibu yang bilang kalau Adil pasti masuk surga. Tapi ibunya tidak yakin akan bisa ke surga juga. Adil diberi tahu temannya kalau salah satu caranya adalah dengan naik haji.



Adil segera menemui ibunya untuk mengajak naik haji. Dia ingin seperti Uwais Al-Qarni yang berbakti dan membawa uminya untuk ke Mekkah. Bedanya, jika Uwais menggendong umi, Adil membawa sang ibu dengan gerobak kayu pinjaman.

Dengan penuh rasa percaya diri, Adil membawa kambingnya ke pasar dan dijual dengan harga tinggi. Semua orang mentertawainya, kecuali seorang bapak yang kaya-raya. Beliau akhirnya membeli kambing tersebut (dengan harga mahal sekali), karena mengetahui niat Adil untuk naik haji bersama ibunya.

Perjalanan Dimulai

Sebenarnya Adil diajak orang kaya tersebut untuk naik pesawat, tapi ditolak, karena dia ingin meniru Uwais Al-Qarni. Akhirnya Adil meminjam gerobak ke tetangganya lalu berpamitan. Semua orang terharu akan tekad kerasnya, dan memberi bekal makanan.



Perjalanan cukup terjal dan Adil meminta air pada seorang supir truk. Setelah mengetahui tujuan Adil, supir itu memberi tahu semua supir lain, dan mereka kompak membantu Adil. Sungguh mengharukan….

Halangan Datang

Akan tetapi mulai ada halangan. Adil tiba di alun-alun tapi asyik mengejar balon udara. Dia lupa akan ibunya. Lantas sang ibu tenggelam di kolam, dan untung bisa diselamatkan.



Setelah kondisi ibunya pulih, mereka melanjutkan perjalanan dan bisa naik kapal dengan gratis. Akan tetapi di tengah jalan Adil diberi tahu kalau jangan lewat Negara tertentu, karena ada pemberontak. Karena dia berkebutuhan khusus maka tak terlalu paham dan tetap lewat jalan itu.

Read: Lebaran di Prancis

Ketegangan Dimulai

Benar, di perbatasan Negara tersebut ada kelompok pemberontak. Mereka menyiksa Adil dan memenjarakan ibunya. Berhasilkah Adil ke tanah suci, atau berakhir begitu saja? Nonton yuuk, benar-benar menguras air mata.



Heaven is Beneath Mother’s Feet durasinya cukup panjang ( 140 menit) tapi ceritanya bagus. Harus siapkan tisu karena banyak adegan yang mengharukan. Memang naik haji tidak cukup hanya niat, tapi juga tekad yang kuat.


Minggu, 14 Juni 2026

Ketika Ibu Bangun Kesiangan

 “Jam berapa ini?”

Dengan segera kulihat jam di kamar. Sudah berpuluh menit setelah azan subuh. Astagaa, daku kesiangan. Tidaaaak!



Pernahkah klean kesiangan juga? Saat bangun maka langsung pusing, linglung, dan bingung mau melakukan apa. Gedubrakan rasanya, apalagi jika anak-anak juga belum bangun. Bagaimana nanti kalau mereka terlambat masuk sekolah?

Tenang duluuu, ini beberapa tips saat bangun kesiangan dan pagi berjalan dengan lancar.

Jangan Panik

Pertama, kalau kita sudah terlambat, jangan malah panik dan marah-marah. Percuma karena waktu tidak bisa diulang! Kalau mood jelek maka semua bisa jadi berantakan, mau menuang air bisa tumpah, dll. Anak-anak juga tidak mau melihat bundanya bermuka masam, bukan?



Jadi, tarik napas panjang lalu hembuskan. Coba untuk tenangkan hati dan memberi sugesti positif bahwa semua akan baik-baik saja. Karena kepanikan hanya akan membuat semuanya makin tak beraturan.

Mandi Dulu

Kalau melek mata pegang apa dulu hayooo? Jangan-jangan malah main HP. Mandi dulu ah! Mandi pagi sudah biasa, apalagi kalau bangunnya kesiangan. Jangan sampai keluar rumah tapi badan bau asem dan muka ileran karena belum mandi.

Beli Sarapan

Jika sudah kadung kesiangan maka tidak usah masak karena memang tak akan sempat. Mending beli nasi uduk, bubur ayam, atau makan roti yang dijual di supermarket. 



Tapi pastikan lapak sarapannya tidak terlalu ramai ya, jangan sampai malah makin kesiangan karena antri beli di sana.

Bangunkan Anak-Anak

Kalau sudah segar dan tenang baru bangunkan anak-anak. Tapi jangan sambil marah ya. Mereka akan makin bad mood dan bisa manyun di sekolah. Tapi bangunkan dengan lembut sambil sedikit digoncang atau digelitikin, agar mereka bisa langsung melek.

Kerja Sama Seisi Rumah

Lalu ayahnya bagaimana? Yaa namanya orang tua tuh ada 2 bukan hanya seorang ibu. Ayah setelah bangun, mandi, juga wajib bekerja sama. Setelah rapi, bisa langsung memanaskan motor dan mengantar anak-anak ke sekolah. Sedangkan anak-anak bantu cuci piring setelah makan.

Langkah Antisipasi

Setelah capek dan pusing karena bangun kesiangan maka saatnya menata langkah antisipasi. Pertama, pasang alarm di HP, berkali-kali. Kalau perlu pasang juga jam weker dan HP suami juga di-set untuk ringing di waktu pagi.



Kedua, jangan suka begadang! Pastikan tidur cukup dan minum air putih sebelum tidur. Pastikan juga anak-anak sudah menyiapkan buku, peralatan sekolah, tas, dan seragam di malam hari. Jadi paginya mereka tidak teriak-teriak Tanya ke bundanya.

Bangun kesiangan itu sangat tidak enak. Kalau memang sudah kadung terlambat maka tidak boleh panik lalu marah-marah. Lebih baik tenangkan diri, segera mandi, bersiap, dan wajib kerjasama dengan seluruh anggota keluarga.


Sabtu, 13 Juni 2026

Review Lima Sekawan: Dalam Lorong Pencoleng, Petualangan yang Mendebarkan

Pencoleng? Ketika membaca buku Lima Sekawan yang ini maka aku tertarik akan kata tersebut dan langsung mencari artinya. Pencoleng means pencuri tapi dengan kekerasan. Jadi siapa yang mencuri?



Tapi kita baca dulu data bukunya:

Penulis             : Enid Blyton

Tahun              : 1954 (English edition)

Penerjemah      : Agus Setiadi

Geng Lima Sekawan yang terdiri dari Dick, Julian, Anne, George, dan si anjing Timmy sedang berlibur ke tepi pantai di daerah Cornwall. Mereka menginap di rumah yang menyewakan kamar dan pemiliknya (Nyonya Penruthlan) ramah sekali. Tapi beda dengan suaminya yang bertubuh besar dan kesulitan bicara, agak seram jadinya!

Lima Sekawan menikmati masa liburan di sana, apalagi makanan yang disajikan enak-enak. Tapi mereka cukup terganggu oleh satu anak kecil yang suka mengikuti mereka, bernama Yan. Apalagi dia jorok dan malas mandi!

Petualangan di Cornwall

Akan tetapi Lima Sekawan tidak bisa benar-benar menikmati liburan tanpa ada petualangan. Karena mereka melihat lampu suar yang menyala, padahal sudah berpuluh tahun mati. Siapa pelakunya? Ternyata di daerah sana terkenal akan banyak pencoleng di masa lalu, salah satunya adalah kakeknya Yan.



Jadi pelakunya adalah kakeknya Yan? Ternyata bukan! Yang mencoleng dulu adalah ayah dari kakeknya Yan, sedangkan beliau baik sekali (meski pendiam). Kemudian si kakek bercerita tentang seramnya pencoleng di masa lalu yang tega memasang suar palsu. Tujuannya agar kapal yang sedang berlayar tertipu lalu tertabrak karang, tenggelam, lalu harta-bendanya dicuri.

Read: Review Lima Sekawan: Memperjuangkan Harta Finniston

Kedatangan The Barneys

Liburan Lima Sekawan makin semarak karena ada The Barneys, sebuah pertunjukan keliling. Mereka konser di lumbung milik Bu Peruthlan. The Barneys datang dan menghibur dengan nyanyian, drama, lawakan, dll.



Seluruh warga desa datang dan menonton The Barneys. Pertunjukan yang ditunggu adalah kuda palsu dengan topeng yang unik. Tapi suatu hari Lima Sekawan memergoki Pak Peruthlan mencari sesuatu di barang-barang The Barneys, mencurigakan! Apakah dia penjahatnya yang juga sekaligus pencoleng? Baca yuuuk!

Read: Belajar Parenting dari Buku-Buku Enid Blyton

Hal yang Mengejutkan dari Buku Dalam Lorong Pencoleng

Di buku ini diperlihatkan keusilan Lima sekawan: mencoba kostum kuda milik The Barneys tanpa izin, lalu kesusahan membuka resletingnya. Beneran lho, kupikir mereka anak baik, ternyata bisa iseng juga. Jangan ditiru, ya!

                                           Enid Blyton

Enid Blyton sangat pandai meramu cerita petualangan dan pembaca akan menebak siapa pelaku sebenarnya. Jadi menurutmu siapakah pencoleng itu? Atau suar menyala karena ada yang iseng?


Rabu, 10 Juni 2026

Review Young Sherlock, Kejeniusan Detektif Muda

Siapa yang suka nonton film detektif atau misteri? Frankly, daku malah belum pernah nonton filmnya Sherlock Holmes. Tapi pernah nonton Enola Holmes (klean harus nonton karena ada Helena Bonham Carter di sana). Ternyata Enola bukan rekaan Sir Arthur Conan Doyle (penulis novel Sherlock) melainkan author lain yang bernama Nancy Springer.



Kita kembali ke cerita Sherlock Holmes. Nahh di aplikasi Prime Video ada series Young Sherlock (dan memang eksklusif tayang di sana). Daku tertarik karena pemeran utamanya adalah Hero Fiennes Tiffin. Pernah dengar namanya? Iyaa, doi adalah pemeran Tom Riddle (Voldemort) kecil di film Harry Potter 6.



Sekarang Hero sudah dewasa dan memerankan Sherlock Holmes muda dengan sangat apik, dan tidak hanya bermodal tampang. Bagaimana sih ceritanya? Hanya 8 episode kok!

Awal yang Mengejutkan

Penonton langsung shock karena Sherlock sedang akan bertarung di penjara. Hahhh, ngapain? Ternyata dia punya kebiasaaan aneh. Pura-pura memungut dompet orang lain lalu mengembalikannya. Padahal dia sendiri yang mengambilnya.



Naas, suatu hari Sherlock ketahuan dan akhirnya dipenjara selama beberapa bulan. Akhirnya dia bebas lalu bekerja sebagai scout (semacam pelayan) di sebuah kampus di Inggris. Sementara itu….

Di tempat lain ada putri dari China yang dirampok, padahal dia sedang naik kereta kuda. Tak disangka si putri jago beladiri dan bisa mengambil kembali barang berharga yang sebelumnya dimaling. Tapi isinya apa?

Kasus di Kampus yang Mencengangkan

Penonton masih menebak apa isi gulungan sang putri, dan mereka lalu tertawa melihat tingkah Sherlock. Sebagai scout, dia sangat luar biasa karena bisa menjawab soal matematika yang sangat susah (dan membenarkan jawaban dari professor). Dia juga agak berlebihan dalam melayani professor dan pejabat di kampus.

Memang Sherlock ada maunya karena dia (lagi-lagi) mencuri. Kali ini yang dimaling adalah sebuah kunci milik professor. Kunci apakah?



Ketika penonton masih bingung, si Sherlock malah dituduh mencuri barang dan memecahkan jendela perpustakaan. Tapi dia dibela oleh sang putri china (yang menjadi mahasiswa di kampus itu). Putri yakin kalau Sherlock tidak bersalah, apalagi doi juga mahir bahasa china.

Hubungan dengan Mycroft Holmes

Akan tetapi diperlihatkan kalau hubungan Sherlock dan kakaknya, Mycroft, tidak akur. Mycroft sudah jadi pejabat, tapi Sherlock malah jadi pelayan.



 Mycroft menganggap Sherlock adalah anak nakal, sementara Sherlock menganggap kakaknya arogan.

Penyelidikan Terus-Menerus

Kasus belum selesai karena barang yang hilang adalah harta milik putri china. Ketika belum ketemu pelakunya, Sherlock malah ditangkap (lagi) dengan tuduhan pembunuhan, aduh! Tidak mungkin kan dia jadi killer?



Penonton makin penasaran, apalagi ada penggalan adegan ketika Beatrice Holmes (adik perempuan Sherlock) tenggelam. Ada apa dengan keluarga Holmes? Apakah ini penyebab Sherlock dan Mycroft tidak akur? Nonton yukk!

Sherlock adalah Anak Jenius?

Daku penasaran lalu Tanya ke Gemini, apakah Sherlock adalah anak jenius? Ternyata iya. Dia punya kemampuan dan IQ jauh di atas manusia lainnya. Tak heran dia bisa jadi detektif terkemuka (walau agak slebor orangnya).

Akan tetapi daku kok curiga Sherlock ini ADHD? Gemini menjawab kalau di era Sir Arthur dulu, belum ada penjelasan mengenai neurodivergent dan ADHD. Tapi si Sherlock punya beberapa ciri khas ADHD plus gifted (twice exceptional).

Misalnya ketika Sherlock sengaja mengambil barang orang lain lalu mengembalikannya. Orang dengan ADHD memang biasa mencari sensasi dengan melakukan hal yang memicu adrenalin. Lantas, Sherlock bisa hyperfocus ketika memecahkan kasus-kasus yang ada di sekitarnya.

Hero the Nepo Baby?

Yang paling disorot adalah pemeran Sherlock Holmes yakni Hero Fiennes Tiffin. Pada awal kemunculannya, dia sempat dijuluki ‘nepo baby’. Karena memang orang tuanya seniman, dan paman-pamannya juga artis. 



Salah satu pamannya bahkan berperan sebagai Silas Holmes (ayah Sherlock Holmes). 



Sementara pamannya yang lain (Ralph Fiennes) terkenal sebagai Voldemort.

Padahal Hero bisa jadi actor terkemuka karena memang punya kemampuan, bukan karena berasal dari keluarga artis. 



Salah satu sutradara memujinya karena doi punya attitude yang bagus. Nahh, kalau nonton series klean fokus ke cerita atau lihat pemerannya yang ganteng, nih?