Jumat, 07 Agustus 2026

Atasi Mata Kering saat Membuat Portofolio Anak, Jangan SePeLein!

 

 “Bunda lihat sini!” Saladin menunjukkan buku tulisnya. Di sana ada berbagai macam aksara. Mulai dari cyrillic (huruf Rusia), Korea, dan huruf-huruf dari negara lain. Semua dia tulis dengan meniru dari video-video di Youtube dan akhirnya dihafalkan sendiri.



Saladin yang sekarang berusia 13 tahun ini memang anak istimewa karena twice exceptional. Itu menurut diagnosis dan tes yang dilakukan di biro psikologi, yang kami datangi beberapa waktu lalu. Selain ADHD, dia juga jenius, sehingga bisa menghafal berbagai huruf dan menuliskannya dengan suka cita. Dulu, di umur 3 tahun dia bisa membaca dan menulis sendiri, lalu antusias belajar bahasa dan aksara.

                                                           Saladin

Lantas kami juga mendapatkan nasehat dari psikolog agar membuatkan portofolio Saladin. Jadi semua karya yang pernah dibuat, baik di kertas maupun versi digital, disatukan. Tujuannya agar dia bisa melanjutkan sekolah atau kuliah di luar negeri dan mendapatkan beasiswa, karena terbukti berprestasi di bidang bahasa.

Perjuangan Membuat Portofolio

            Saat daku membuat portofolio, ternyata butuh waktu berbulan-bulan. Penyebabnya karena harus mengumpulkan semua buku yang pernah ia tulis, dengan berbagai huruf dari berbagai negara. Setelah itu baru difoto dan dijadikan folder-folder.





            Langkah selanjutnya adalah mencari karya-karya Saladin di laptop. Setelah ketemu lalu disatukan dengan foto-foto buku yang berisi aksara. Portofolio online tersebut lantas disusun dan dihias secantik mungkin.



            Namun apa yang terjadi setelah membuat portofolio online? Karena terlalu bersemangat dalam membuatkan portofolio untuk Saladin dan menatap layar gadget selama berjam-jam, kepala jadi pusing dan rasa sakitnya menjalar ke mata. Ternyata ini salah satu tanda mata kering.

            Lantas apa lagi Gejala Mata Kering akibat terlalu lama melihat screen laptop? Ini beberapa contohnya:

1.      Sepet

                                Generated by Gemini

Pernahkah teman-teman merasa mata sepet seperti ada benda asing yang mengganjal di dalam? Mata juga terasa kering sekali dan berat saat diangkat. Netra sepet karena otot mata terlalu lelah saat digunakan, terutama ketika melihat gadget berlama-lama.

2.      Perih

Mata yang capek saat melihat layar gawai membuatnya perih dan memerah. Bukan karena ulah bakteri. Namun karena kita terlalu ngotot untuk menatap laptop selama berjam-jam, sehingga mata terasa sakit.

                                     Generated by ChatGPT

3.      Lelah

Saat sudah terlalu asyik melihat gadget maka mata juga terasa lelah, kering, dan minta diistirahatkan. Padahal tugas belum selesai dan portofolio juga belum diselesaikan. Gawat! Mata adalah organ yang harus dijaga agar bisa berkarya.

Jangan sampai mata kering dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika menunjukkan gejala SePeLe (sepet, perih, lelah) maka portofolio online punya Saladin akan lama jadinya. Bagaimana solusi terbaik agar mata kembali sehat?

Cara Mengatasi Mata Kering

            Daripada portofolio terus tertunda maka daku pun mencari cara untuk mengatasi mata kering, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

1.      Jaga Jarak

Jurus pertama adalah dengan menjaga agar mata tidak terlalu dekat ke layar gadget.

                               Generated by ChatGPT

Idealnya, ada jarak antara 30 hingga 40 cm antara mata dengan laptop / gawai lain. Jadi jangan terlalu dekat ya, agar mata tetap sehat dan tidak perih. Laptopnya juga enggak ke mana-mana kalau kita jaga jarak, hehehhee.

2.      Perhatikan Waktu saat Melihat Gadget

Jurus kedua adalah dengan mengatur waktu di timer gawai dengan aturan 20 – 20 - 20. Setelah 20 menit, jangan melihat layar gawai lagi, tapi ganti fokus dengan menatap benda lain. Jaraknya sekitar 20 kaki atau 6 meter, dan dilihat selama 20 detik. Misalnya tanaman yang ada di teras atau pemandangan di luar jendela.

3.      Kedip-Kedip Cinta

Mata mengedip tak hanya dilakukan saat menggoda anak atau pasangan tercinta. Namun saat melihat layar gadget juga biasakan untuk mengedipkan mata. Mengapa harus berkedip? Bukan genit nih ye! Tapi saat mata mengedip maka akan meratakan persebaran lapisan air mata, jadi otomatis mengurangi resiko mata kering.

4.      Memakai Tetes Mata



Kalau kita terbiasa bekerja atau beraktivitas di depan laptop maka wajib menyediakan tetes mata #InstoDryEyes. Mata menjadi sehat kembali dan bebas dari gejala mata kering. Aktivitas di depan laptop pun kembali lancar.

Atasi Gejala Mata Kering dengan Insto Dry Eyes

Teman-teman pasti sudah punya stok Insto Dry Eyes di kotak P3K di rumah maupun di kantor kan? Mengapa harus INSTO DRY EYES ? Pertama, Insto Dry Eyes bisa membuat kita #BebasMataKering karena meringankan iritasi dan mengatasi mata kering. Dengan kandungan hypromellose maka mata akan terasa lembap, karena zat ini bekerja seperti air mata alami.



Insto bisa dengan mudah dibeli dan daku langsung membeli 4 bungkus untuk persediaan. Cara memakai Insto Dry Eyes juga mudah banget. Cuci tangan sampai bersih lalu teteskan 2-3 tetes Insto Dry Eyes ke mata. Rasanya segar, lembap, dan bebas dari gejala mata kering. Kalau sedang SePeLe (mata Sepet, Perih, Lelah), Insto Dry Eyes jadi penyelamat karena #MataSePeLeJanganSepelein



Buka mata buka Insto! Setelah diteteskan maka mataku jadi segar kembali, bagai menemukan oase di padang pasir. Terima kasih Insto Dry Eyes. Mataku sehat kembali, bebas dari gejala mata kering, dan siap untuk membuat portofolio online lagi.

Selasa, 04 Agustus 2026

A Day in My Life: Nano-Nano Mudik

 

Akhir minggu klean ngapain aja? Kalau kami tiap sabtu atau minggu selalu mudik local alias mengunjungi rumah orang tuaku, yang masih satu kota, bahkan jaraknya hanya 2,5 kilometer. Saking dekatnya, Saladin pernah kuajak mudik jalan kaki dan dia enjoy aja.

Kembali ke cerita mudik. Tanggal 1 Agustus rencananya kami berangkat naik taksi online jam 7 pagi, karena jam 9 ada janji dengan seorang kawan. Jadi Saladin akan dititipkan sebentar ke rumah mbahnya. Tapi ternyata perjanjian itu batal dan akhirnya berangkat mudiknya geser jam 9:30.



Saladin selalu antusias saat mudik karena dia adalah cucu pertama di keluarga besar, dan selalu mendapatkan kasih-sayang yang lebih dari cukup. Malah sebenarnya dia minta untuk menginap juga, tapi tidak kukabulkan. Nanti sajalah di pertengahan bulan.

Mama Sakit

Ketika mudik kemarin maka daku shock karena mama terbaring lemas, beliau sedang sakit. Akhirnya dengan semangat daku menuju dapur untuk bantu masak dan menghasilkan: capcay ayam, ayam kecap, tumis terong, dan nasi goreng. Ternyata masak terong lumayan lama yaa dan memang daku sebenarnya tidak terlalu mahir masak sayur.

Saat semua sudah matang maka saatnya menyapu rumah, dan jam 12:30 baru bisa istirahat sebentar untuk makan siang. Baru saja ambil nasi eh Saladin keluar rumah sambil bawa HP-ku. Rupanya ada tukang jual susu keliling dan ia ingin beli, tapi….



Tapi entah kang susu cosplay jadi pembalap, ada suaranya tak ada orangnya. Saladin terus mengejar, berlari, dan daku ikutan panik. Untung ada kakeknya Saladin yang langsung mengejar dengan menggunakan sepeda motor dan Alhamdulillah nih bocah tertangkap. FYI Saladin ADHD yaa….

Daku mencoba untuk tetap tenang dan tidak ke-trigger karena sebelumnya Saladin sudah beberapa kali kabur dan ‘menghilang’. Memang punya anak ADHD itu  dar-der-dor. Sejutaa rasanya.

Dan Terjadi Lagi

Ini baru yang pertama karena ada lagi kelakuan Saladin di rumah kakeknya. Senja hari saat mau packing dan pulang, dia malah sembunyi di kamar omnya (adikku yang masih bujang). Padahal pintu kamar lagi error (harus diganti handle-nya).

Jadi sebenarnya pintu kamar tidak boleh ditutup rapat tapi karena kebiasaan di rumah, Saladin jadi menutupnya. Otomatis dia terkunci di dalam. Padahal sudah mau maghrib! Bagaimana ini?



Untung kunci kamar omnya tergantung di pintu kamar lain jadi bisa dipakai untuk membuka pintu. Saladin pun terselamatkan dan kami tidak jadi mendobrak pintu. Ada-ada saja bocah! Mana sudah mau maghrib!

Akhirnya kami pulang setelah maghrib dan Alhamdulillah Saladin tidak tantrum. Biasanya dia tuh ngambek, tidak mau pulang. Mengapa anak-anak selalu betah di rumah kakeknya? Ada yang tahu penyebabnya?

Senin, 03 Agustus 2026

Review Film Overboard

 

            Pernahkah kamu bekerja keras dalam mengejar sesuatu tapi lelah lahir dan batin? Itulah yang dirasakan oleh Kate Sullivan. Selain menjadi pengantar pizza, dia juga bekerja sebagai tenaga pembersih. Semua dilakukan demi cita-citanya menjadi perawat.

Sutradara         : Ron Greenberg

Pemain            : Anna Faris, Eva Longoria

Durasi              : 1 jam 52 menit

Tahun              : 2018

            Kate yang seorang ibu tunggal ingin sekali mengubah nasib, oleh karena itu dia menjadi pekerja keras. Namun anak sulungnya malah menganggapnya kurang perhatian. Kemudian sang ibu tidak bisa membantu untuk menjaga ketiga putrinya, karena meniti karir menjadi penyanyi.

 

Bertemu Leonardo

 

            Di tengah kepusingan hidupnya, Kate bertemu dengan Leonardo Montenegro, pria kaya-raya tapi menyebalkan. Saat Kate membersihkan kapal milik Leo, dia disuruh mengambil buah, dan tentu ditolak dan dimaki-maki. Leo membalas perlakuan Kate dengan membuang alat pembersih ke laut.


                              By http://www.impawards.com/2018/overboard_xlg.html


Aduh! Kate langsung pusing tujuh keliling karena harus mengganti rugi padahal itu bukan kesalahannya. Saat dia sedang curhat ke Theresa, bossnya di restoran pizza, seorang karyawan lain menunjukkan berita heboh. Ada pria amnesia yang terdampar di tepi pantai.

Kate langsung kaget karena pria itu adalah Leonardo! Bagaimana bisa dia jatuh dari kapalnya sendiri? Kate dan Theresa punya rencana untuk membalas dendam dan akhirnya datang ke RS tempat Leo dirawat. Kate mengaku sebagai istri Leo dan membawanya pulang.

 

Muslihat Dimulai

 

Ketiga anak Kate juga diajak bekerja sama untuk berpura-pura bahwa Leo adalah ayah mereka. Leo yang kebingungan tambah pusing karena harus tidur di gudang. Dia juga bekerja di sebagai buruh kasar dan langsung kehabisan tenaga di hari pertama.

Lama-lama Leo menikmati pekerjaannya meski dia merasa hidupnya sangat aneh. Dia juga dekat dengan anak-anak Kate serta sangat bertanggung jawab. Sementara keluarga Leo mengira dia telah meninggal dunia, karena tipu muslihat Magda.

Magda adalah saudara perempuan Leo dan sebelumnya dia sudah menengok di RS (ketika Leo belum ‘diculik’ Kate). Tapi dia berpura-pura tidak kenal dan memalsukan kematiannya. Tujuannya agar mendapatkan warisan berupa perusahaan (karena sebelumnya Leo yang akan dijadikan pengganti sang ayah).

                                        Prime video

Apakah kebohongan Magda terbongkar? Bisakah Leo mendapatkan kembali ingatannya? Film ini cukup menarik untuk ditonton karena ber-genre komedi-romantis.

 

Kesanku Setelah Menonton Film Overboard

Akting Anna Faris sebagai ibu tunggal yang nyaris frustasi di film Overboard cukup bagus. Dia membuktikan kemampuannya, bukan hanya wajahnya (yang cantik dan awet muda).

Penonton akan belajar bahwa manusia bisa ‘terlahir kembali’ dan menemukan makna hidup yang baru. Seseorang yang menyebalkan seperti Leonardo Montenegro, ternyata bisa berubah jadi humble saat kehilangan ingatan. Sebenarnya sih kita tidak usah amnesia dulu karena tiap pagi adalah hari yang baru dan itu adalah titik untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Kemudian, kita juga belajar kalau hidup itu hanya sekali dan kejarlah cita-citamu sampai ngotot. Kate rela melakukan 2 pekerjaan sekaligus agar dia punya biaya kuliah, dan menjadi perawat. Sementara ibunya Kate menunjukkan kalau umur hanyalah angka, dia bisa menjadi penyanyi panggung di usia senja, dan tetap percaya diri.

Minggu, 02 Agustus 2026

Penulis Have vs Haven’t

 

Penulis have? Apa pula ituu? Daku juga baru tahu dari sosmed. Jadii ada istilah anak gen Z, kalau have itu maksudnye orkay alias orang kaya. Sementara kalau haven’t kebalikannya.

Ada satu content creator yang bikin postingan tentang penulis have. Katanya mereka itu kalau riset setting tempat novel langsung datang / terbang ke tempat tersebut. Mengetiknya di kafe yang mahal dan memakai laptop yang harganya selangit. Untuk promosi juga ada timnya sendiri.

                                  Generated by ChatGPT
                         

Sementara, penulis haven’t itu risetnya cukup pakai AI. Menulis juga di atas kasur, dan menggunakan gadget seadanya. Mereka juga berpromosi sendiri dan berjuang untuk mendapatkan pembaca (karena berkarya di platform novel).

What About Me?

            Spontan daku terusik dan berkomentar: entah masuk golongan mana. Yang jelas selama ini menulisnya di rumah saja (atau di rumah mama). Karena memang jarang nulis di kafe atau perpustakaan.

            Saat menulis juga berteman air mineral atau kopi sachetan (yang dibeli di warung tetangga). Riset via buku, jurnal, atau mbah Google. Menulisnya juga pakai laptop yang usianya sudah lumayan. Tapi kenyataannya dengan keadaan seperti ini, daku sudah mendapatkan uang (karena menulisnya untuk agency).

Apakah Harus Pakai Gadget Mahal?

            Dulu, ada seorang penulis senior yang pernah berkata kalau seseorang mau jadi penulis tapi syaratnya harus pakai laptop bagus, harus ini dan itu, maka sama saja seperti berenang di kolam air hangat. Daku termangu dan teringat nasehat beliau. Apakah jadi penulis harus pakai laptop puluhan juta?

                             Generated by ChatGPT

            Daku juga teringat lagi akan jawaban dari kakak online yang profesinya penjual laptop. Menurut beliau, gadget terbaik bukanlah yang paling mahal (alias yang seharga mobil). Melainkan gadget yang paling cocok dengan kondisi / pekerjaan pemakainya.

            Dipikir-pikir benar juga. Kalau misalnya daku butuh buat menulis dan editing foto / konten sederhana, tidak usah pakai laptop spek gamer yang mihil.

Menjual Skill

Lagipula menulis juga tidak harus selalu pakai laptop kan ya? Ada salah satu friend efbe yang menulis naskah novel memakai HP android spek ‘kentang’ dan berhasil diterbitkan. Sementara daku pernah nulis pakai buku tulis karena HP error dan laptop dipakai Saladin untuk belajar (karena dia semi-homeschooling).

            Daku berpesan untuk semua kawanku yang ingin jadi penulis, jangan tersekat oleh anggapan penulis have atau haven’t. Bahkan sekelas JK Rowling dulu pernah menulis di atas tisu, saat beliau masih merintis karir sebagai penulis buku. Bukankah yang penting adalah skill menulis, bukan alat atau hartanya?

            Penulis juga butuh ketekunan, jangan hanya menulis sehari lalu besok dan lusanya mager. Bayangkan kalau klean bisa menulis seribu kata sehari, maka dalam 2 bulan akan menghasilkan novel sepanjang 60.000 kata. Banyak, kaan?

                                       Generated by ChatGPT

            Selain itu, salah satu ‘senjata’ saat menulis adalah tekad kuat. Jangan gampang mutung. Ditolak penerbit sekali langsung nangis tujuh bulan. Dikomentari negative oleh pembaca langsung ngambek dan tidak mau menulis untuk selamanya. Apakah kamu bermental tempe?

            Akhir kata, jadikan menulis sebagai kegiatan yang positif, bermanfaat, dan menyenangkan. Jadi nulisnya tidak usah terbebani dan mengalir saja, tentu disertai dengan kegiatan seperti membaca buku dan riset ke library. Kecuali kalau memang klean jadi penulis dengan deadline ketat (hanya hitungan per jam) dan ini butuh mental yang 1.000 kali lebih kuat.

 

Klean sudah menulis apa saja hari ini?

Sabtu, 01 Agustus 2026

Review Lima Sekawan, Rahasia di Pulau Kirrin

 

 

Penulis: Enid Blyton

Jumlah halaman: 232

Penerjemah: Agus Setiadi

Penerbit: Gramedia

Tahun: 1978

 

Lima Sekawan is back! Mereka (Dick, Julian, Anne, George, dan si anjing Timmy) sedang holiday. Tapi pembaca, di bab awal, disuguhi adegan gerutuan George alias Georgina. Dia tidak bisa liburan di pulau Kirrin (yang merupakan pulau pribadinya) karena dipakai oleh sang ayah untuk melalukan eksperimen. Untung sang Ibu terus membujuk agar dia enggak ngamuk.

 


Ayahnya Georgina alias Pak Quentin memang sarjana dan sering melalukan percobaan. Nah, doi sengaja mengurung diri di pulau Kirrin karena pekerjaan yang dilakukan sangat rahasia. Bahkan ketika Lima Sekawan dan nyonya Fanny Kirrin (Ibu George) ke sana, tidak bisa menemukan tempat kerjanya.

 

Perkenalan dengan Martin

 

Akhirnya George cs jalan jalan untuk membunuh waktu. Mereka berkenalan dengan Martin yang berbakat dalam melukis. Dia dan sang ayah sengaja berlibur di dekat rumah George agar bisa menghirup air laut, dan meningkatkan kesehatan. 

 

Martin mengenalkan Lima Sekawan pada ayahnya. Bahkan ditawarin untuk main ke rumah dan nonton televisi. Ho ho ho, tahun segitu TV adalah barang yang cukup langka. Ingat bahwa cerita Lima Sekawan ditulis jauh sebelum tahun 2000.

 


 Read: Review Lima Sekawan: Dalam Lorong Pencoleng

Pertemuan antara Martin, sang ayah, dan Lima Sekawan, cukup mulus. Akan tetapi Dick sebal karena George keceplosan akan beberapa rahasia di pulau Kirrin. Doski lupa menjaga mulutnya dan lupa kalau sang ayah sedang bekerja di sana, dan hal itu sangat top secret. George juga heran mengapa tidak boleh ngomong jujur. Padahal ayahnya Martin memujinya sebagai anak laki-laki (padahal sudah jelas dia bernama asli Georgina dan merupakan seorang perempuan),  yeah dan ini titik lemahnya sehingga tak sengaja keceplosan.

 

Lubang Misterius

 

Setelah pertengkaran kecil, Lima Sekawan kembali bermain di luar ruangan tapi Timmy hilang! Ternyata si anjing kejeblos lubang. Tak disangka lubang itu menembus ke bawah tanah. Apakah ada rahasia di sana?

 Read: Review Lima Sekawan: Beraksi Kembali

Long short story, Dick sejak awal menyadari kesalahan George. Cewek itu  baru paham akan mulut embernya. Lalu memutuskan untuk kembali k Pulau Kirin, menyuruh sang ayah untuk memberi kode pada jam tertentu, dan si Timmy ditinggal untuk jadi penjaga.


 


Akan tetapi George menyadari bahwa kode dari sang ayah berbeda. Kemudian dia nekat naik perahu sendirian ke pulau Kirrin secara diam-diam, saat yang lain masih tertidur. Apakah ada yang membahayakan ayahnya? Baca yuk, seperti biasa daku kagak mau spoiler.

 

Kesanku Setelah Membaca Buku Rahasia di Pulau Kirrin

 

            Setelah menyelesaikan novel ini daku menemukan banyak kemiripan dengan salah satu karya Enid yang lain (seri petualangan). Di mana ada lubang yang menjadi awal dari lorong bawah tanah. Memang ini salah satu yang disinggung oleh para kritikus, karena cerita Enid berputar di masalah yang itu-itu saja, piknik, kemping, detektif, penemuan harta karun, lubang rahasia, dll.

 Read: Review Lima Sekawan: Berkelana

            Akan tetapi kita wajib mengapresiasi karya Enid Blyton yang satu ini karena cukup menghibur. Dengan pace yang cukup cepat, para pembaca akan terus penasaran dan ingin menyelesaikan novel ini dalam sekali duduk. Penyebabnya karena mereka ingin tahu siapa pelaku yang sebenarnya.

Siapa karakter Lima Sekawan favoritmu?

Sabtu, 25 Juli 2026

A Day in My Life: Belajar Membatik dan Saladin yang Anti Berisik

 

Sabtu pagi klean biasanya ngapain aja? Nah hari sabtu tanggal 24 Juli 2026, daku mendampingi Saladin MPLS di PKBM-nya. FYI, PKBM itu sekolahan tapi informal ya, dan akan dapat ijazah paket B (karena tahun lalu doi sudah lulus dari SD Alam).

Kembali ke topik a day in my life. Sabtu kemarin Saladin MPLS (walau sudah kelas 8 tapi wajib ikut). Alhamdulillah MPLS-nya enggak aneh-aneh (dipelonco), tapi diisi dengan kegiatan yaitu: mengenal batik. Jam 9 pagi kami sudah sampai di PKBM di daerah Blimbing, Kota Malang.

Ngambek

Namun apa yang terjadi saudara-saudaraaa? Saladin malah mutung dan tidak mau ikut kegiatan di dalam kelas. Dia lari dan sembunyi di gazebo tingkat yang terletak di dekat kelas. Memang sebagai anak ADHD dia sensitive banget terhadap suara, dan pagi tadi juga agak ngambek karena habis ditegur ayahnya.



Yaa bagaimana ini? Akhirnya daku yang masuk kelas dan kegiatannya sudah dimulai. Di screen diperlihatkan motif-motif batik dari Jawa Timur. Ternyata selain batik Madura ada juga batik khas Tuban dan Sidoarjo.

Belajar Motif Batik Jawa Timur

Kemudian para murid diberi buku tulis (khusus untuk kegiatan keterampilan) dan selembar kertas HVS ukuran A5. Mereka dipersilakan menggambar batik dengan mencontoh yang ada di screen atau bisa dikreasikan sendiri.

Daku langsung ambil pensil dan meniru desain Sidoarjo (dengan sedikit modifikasi). Motifnya rame banget dan ada ciri khasnya: gambar ikan dan udang. Penyebabnya karena di kota itu merupakan produsen ikan dan udang (serta produk turunannya).



Ternyata asyik juga menggambar lagi, sekalian ngelemesin tangan. Teringat zaman SD dulu daku suka bikin gambar anime dan bikin komik meski hasilnya yaa begitulah. Daku jadi pengen mengisi akun sosmed dengan gambar-gambar bikinan sendiri, dan berkreasi seperti ini bisa jadi coping mechanism yang sehat.

 

Mengunjungi Rumah Mertua

Setelah kegiatan selesai apakah kami pulang? Tidak, Ferguso! Dengan semangat 45 kami berjalan menuju rumah mbah uti Saladin (ibu mertuaku). Tapi Saladin yang sudah terlanjur berlari setelah melewati gerbang PKBM malah salah, harusnya belok kiri malah belok kannan, untung dia dengar teriakanku lalu belok lagi.

Menerjang panas di daerah Blimbing, kami berjalan dengan cepat, dan jarak dari PKBM ke rumah mertua sekitar 1 KM. Namun ada kejutan lagi, Saladin tiba-tiba meyebrang jalan sendiri. Hampir saja tertabrak motor! Ya Allah, untung selamat, tapi pengendara motornya marah-marah. Maaf yaa! Habis ini kudu briefing lagi SOP cara menyebrang jalan dengan tertib.

                              Ilustrasi rumah mertua, generated by ChatGPT
                 

Ketika sudah sampai di rumah mertua, lega banget, apalagi di sana adem banget. Banyak sekali pohon dan tanaman koleksi tanaman beliau yang bikin sejuk secara alami. Saladin langsung cemberut, ternyata lapar tapi tidak mau makan nasi.

Mama, Saladin Mau Burger!

Akhirnya kami jalan lagi sekitar 100 meter menuju warung burger langganan. Walau baru sekelas burger kampung tapi rasanya enak, dan yang penting tempatnya bersih. Saladin memesan burger tanpa saus sambal dan tanpa sayur, serta segelas minuman dingin. Semua hanya 12.000 rupiah.



Ketika sudah balik ke rumah mbahnya, Saladin langsung salim ke mbah kung dan mbah uti. Iyaa tadi mbah uti masih tidur siang jadi belum mengetahui kedatangan kami. Beliau lalu pamit lagi untuk jaga warung (karena berjualan pisang), lalu menawari Saladin lemet dan jemblem. Sungguh kue tradisional yang menggoda selera.

Beneran ibu mertuaku baik banget, daku dipersilakan makan dengan lauk sambal goreng kentang campur ampela. Masakan beliau enaaak karena memang pernah buka warung nasi. BTW daku sudah lumayan bisa duplikasi resep-resep mama, tapi entah mengapa belum bisa meniru resepnya ibu mertua.

                              Sampai rumah langsung tidur siang, di Malang lagi dingin udaranya

Akhirnya kami pulang sekitar jam 1 siang dan Alhamdulillah masih diberi sangu berupa 2 sisir pisang ambon. Makasih banyaaak! Meski Saladin belum berhasil membatik karena tak tahan teman-temannya yang berisik, yang penting dia sudah bahagia karena bisa bertemu dengan mbah uti dan mbah kung tercinta.

Kalau klean weekend ngapain aja?

Selasa, 21 Juli 2026

Menonton Ulang Harry Potter saat Sudah Dewasa, Rasanya….

 

Siapa yang potterhead kayak daku? Rasanya Harry Potter 1-8 jadi comfort movies yang asyik ditonton sampai berkali-kali. Akan tetapi, sudahkah klean merasa ada perbedaan ketika menonton acting Emma Watson cs saat kita masih kecil/remaja dengan sekarang?



Ternyata setelah menonton ulang film Harry Potter mulai dari Sorcerer’s Stone sampai Deathly Hallow part 2, ada beberapa hal yang berbeda, seperti:

Acting Para Pemeran Dewasa

            Kalau dulu tuh pas nonton Harry Potter di bioskop, maka yang dilihat selalu pemeran utamanya (golden trio) alias Daniel Radcliffe cs. Akan tetapi ketika sudah lebih dari 10 tahun dan menonton ulang, salut untuk para pemeran lain (orang dewasa) di film-film HP.

Pertama tentu saja Alan Rickman sebagai Professor Snape, yang bisa banget jadi agen ganda dan diam-diam berpihak pada Dumbledore, tidak takut akan Voldemort. Kualitas acting para professor di Hogwarts juga bagus banget.



Kemudian ada pemeran antagonis yang bikin ngeri padahal baru lihat wajahnya saja (bukan Voldemort) yakni: Bellatrix Lestrange. Helena Bonham Carter berhasil jadi penyihir jahat dan eksentrik. Memang sejak dulu doski sering berperan jadi tokoh yang nyentrik (di film-filmnya Tim Burton).


Read: Review Maid in Manhattan


            Sedangkan Ralph Fiennes berhasil jadi Tom Riddle alias Voldemort dan saat melihat mukanya, daku enggak takut, malah keseel. Padahal doi kalau tidak pakai riasan / special effect cukup tampan, lho. Bisa klean tonton di film lain seperti Maid in Manhattan.

McGonagall Bisa Marah

Professor McGonagall terkenal tegas saat mengajar tapi tidak pernah main fisik. Seperti guru lain pada umumnya, doski memanggil para murid dengan nama belakangnya, begitu juga kalau ke professor lain. 



Pengecualian ketika ada Professor Moody (palsu) yang menyihir Malfoy (karena doi ingin menyerang Harry dari belakang), saat sudah ngamuk maka yang dipanggil adalah nama depannya “Alastor”.

Kasih Ibu

            Di film Harry Potter diperlihatkan kasih para ibu. Lily Potter yang mengorbankan nyawanya demi kehidupan Harry. 



Juga ada Molly Weasley yang dengan berani bertarung melawan Bellatrix Lestrange (karena tidak rela Ginny Weasley yang diserang oleh doski). This line: not my daughter, you b**ch!

Tom Felton yang Kece

            Walau hanya pemeran pendamping, tapi acting Tom Felton OK banget lho. Apalagi di film ke-6 (Harry Potter and the Half blood Prince). Di sana doi digambarkan jadi remaja yang stress berat dan ketakutan, karena diangkat jadi death eater. Tugas utamanya adalah membunuh Dumbledore. Bahkan menurutku, acting doi di film itu lebih bagus dari acting Daniel Radcliffe.

Harry Orang Kaya dan Nice Boy

            Ternyata Harry orang kaya yaa, di film pertama aja diperlihatkan simpanan uang yang banyak di bank Gringgots. Sekolah berasrama juga bayarnya tidak murah. Tapi doi tidak menyombongkan kekayannya.



Harry emang nice boy dan doi juga tidak memamerkan kemampuannya. Doi juga mau berteman dengan hampir semua anak, termasuk Luna Lovegood yang dianggap aneh. Bahkan di film terakhir, doi menyelamatkan Draco Malfoy dari kobaran api, memakai sapu terbang! Baik banget kaaan?

Tim yang Kompak

            Tim di balik layar film Harry Potter sangat luar biasa karena untuk syuting dan pasca produksi butuh waktu sampai setahun. Untuk para pemerannya juga pas banget. Meski Patil sisters seharusnya twins (tapi susah dapat pemeran kembar beneran), akhirnya dapat 2 gadis India yang wajahnya mirip.

Lepas dari Bayang-Bayang Harry Potter

            Bagaimana ketika film Harry Potter selesai? Sepertinya para actor / aktris berusaha lepas dari bayang-bayang film tersebut. Daniel Radcliffe main di film Frankenstein dan film-film lain. Sedangkan Emma Watson jadi Meg di film Little Women, dan juga berperan jadi Belle di Beauty and the Beast.

Read: Review Film Harry Potter: Return to Hogwarts

Jangan Kena Dementor



            Konon Dementor adalah perwujudan dari depresi (diungkapkan sendiri oleh JK Rowling). Jadi kita tuh sebenarnya bisa pulih dari depresi, dengan mengingat hal-hal yang bikin bahagia. Kalau sudah terlalu parah, segera ke psikiater untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Imajinasi JK Rowling yang Luar Biasa

            Last but not least, salut untuk penulis buku Harry Potter yakni JK Rowling, yang punya imajinasi luar biasa. World building juga keren, seolah-olah Hogwarts benar-benar ada. Bahkan ada rumor kalau sebenarnya dunia sihir itu real dan JK Rowling adalah Rita Skeeter sendiri, alamak!



JK Rowling juga tidak marah saat ada fans yang bikin video AI atau naskah fanfiction Harry Potter. As long as tidak dikomersilkan, ya! Karena akan melanggar hak cipta. Dan memang sudah ada satu film tentang Voldemort muda (bikinan fans) tapi kualitasnya yaaa gitu deh.

Sudahkah klean menonton ulang film Harry Potter? Yang mana favoritmu?